Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketum PBNU Tegaskan NU Tak Pernah Minta dan Merebut Jabatan

📅 Sabtu, 12 Agu 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketum PBNU Tegaskan NU Tak Pernah Minta dan Merebut Jabatan Doc: ANTARA/HO-PBNU
Ket. Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Kesehatan NU di Semarang, Jumat (11/8/2023).

Jakarta - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak pernah meminta ataupun merebut jabatan.

Dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat, Gus Yahya, sapaan karib Yahya Cholil Staquf memastikan PBNU akan selaluistikamahmemperjuangkan kepentingan agama, bangsa, dan dunia yang bukan sekadar kepentingan organisasi maupun kepentingan perorangan.

"NU dari dulu tidak pernah minta. Dari dulu kiai kita tidak pernah menyodor-nyodorkan untuk merebut jabatan," kata Gus Yahya saat membuka Rapat Kerja Nasional Lembaga Kesehatan NU di Semarang, Jumat.

Sejak awal kemerdekaan, kata Gus Yahya, NU tidak pernah mementingkan golongan dan keluarga. Ia pun mengatakan NU selalu mementingkan bangsa dan negara, seperti di detik-detik kemerdekaan.

"Dulu itu menjelang kemerdekaan RI, di tengah intens-nya pergulatan persiapan kemerdekaan dengan PPKI dan BPUPKI, di mana di situ K.H. Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) putra Hadratusyech K.H. Hasyim Asyari menjadi salah seorang tokoh utama panitia 9," ucapnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya menceritakan bahwa ketika itu terdapat seorang perwira Jepang bernama Naobuharo Ono yang merupakan seorang Muslim.

"Dia ini bertanya pada Hadratusyech, 'Kiai kalau nanti Indonesia sudah merdeka betul, siapa menurut Kiai yang pantas memimpin negara yang baru lahir ini?'," cerita Gus Yahya.

"Kiai Hasyim dengan tanpa ragu-ragu menjawab 'Insinyur Soekarno'. Padahal, putranya sendiri ini (K.H. Wahid Yasyim) tokoh utama. Kenapa ndak disebut? Ya, kalau bisa Wahid Hasyim. Beliau dengan tanpa ragu menyebut Insinyur Soekarno," sambung dia.

Menurut dia, ketegasan Hadratusyech itu adalah murni karena ia melihat yang terbaik untuk memimpin Indonesia pada waktu itu adalah Insinyur Soekarno (Bung Karno, red).

"Maka, NU harus selalu berpikir tentang apa yang terbaik di bangsa dan negara ini, bukan untuk NU sendiri. Kita tidak peduli dari mana asalnya, yang penting yang terbaik untuk bangsa dan negara," tutur Gus Yahya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.