Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keterlibatan Perguruan Tinggi Penting Bangun Wilayah 3T

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keterlibatan Perguruan Tinggi Penting Bangun Wilayah 3T Doc: istimewa
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam pembangunan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kampus harus dilibatkan secara maksimal untuk penanganan wilayah 3T. Pemecahan masalah di sana harus melibatkan perguruan tinggi," ujar Muhadjir di Jakarta, kemarin.

Menko Muhadjir mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan lewat keterlibatan perguruan tinggi, seperti mengentaskan masyarakat miskin, stunting, hingga pembangunan wilayah.

Sebagai akademisi, ia memandang kepercayaan masyarakat terhadap orang-orang perguruan tinggi lebih tinggi ketimbang lembaga-lembaga di luar pendidikan. Masyarakat lebih mendengarkan apa yang disampaikan mahasiswa/akademisi.

Menurutnya, mahasiswa yang pergi ke wilayah 3T akan senang karena mendapat pengalaman, sensasi, hingga romantika. Berbeda apabila dibandingkan dengan lembaga lain.

"Di sana ada mahasiswa jadi volunter, mereka tidak perlu digaji tapi berangkat ke wilayah 3T sangat senang. Tapi di luar itu, harus ada uang perjalanan, transportasinya. Dibanding kerjanya, tapi habis untuk itu, kuitansi sampai tujuh lapis," katanya.

Saat ini, kata dia, terdapat 4.800-an perguruan tinggi yang sekitar 100 diantaranya merupakan kampus negeri. Angka itu menjadi modal berharga, kata dia, untuk bersama-sama pemerintah membangun negeri sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun Indonesia dari pinggiran.

"Itu sebetulnya kalau dibagi satu kampus satu pulau, anggarannya dialokasikan melalui Ristekdikti baru nendang. Tapi realisasi ide itu harus diperjuangkan," ucap Menko Muhadjir.

Namun yang menjadi masalah, kata dia, belum adanya formulasi yang ajek soal penganggaran. Pasalnya, alokasi dana untuk Pulau Jawa dengan luar Jawa tentu akan berbeda. "Cuman memang yang kita sekarang belum membayangkan itu, menghitung secara tepat tentang penganggaran. Untuk menghasilkan output yang sama antara Jawa dengan Papua itu butuh enam kali lipat," kata Menko Muhadjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.