- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kebakaran Hawaii, Kota Lah...
Kebakaran Hawaii, Kota Lahaina Tinggal Reruntuhan, Korban Terus Bertambah
Jumat, 11 Agu 2023, 08:52 WIBKAHULUI - Korban tewas akibat kebakaran hutan mengerikan yang menghancurkan kota bersejarah Hawaii mencapai 53 orang pada Kamis (10/8). bencana paling mematikan yang melanda pulau-pulau itu sejak bergabung dengan AS.
Kebakaran semak di pantai barat pulau Maui Hawaii yang dipicu oleh angin kencang dari badai terdekat pada Selasa, dengan cepat melanda kota tepi pantai Lahaina.
Api bergerak sangat cepat sehingga banyak yang lengah, terjebak di jalanan, atau melompat ke laut untuk melarikan diri dari api.
"Pada 1960, ada 61 korban jiwa ketika gelombang besar datang melalui Big Island," kata Gubernur Josh Green, mengacu pada tragedi yang melanda setahun setelah Hawaii menjadi negara bagian AS ke-50.
"Kali ini, kemungkinan besar total kematian akan melebihi itu secara signifikan."
Pejabat di Kabupaten Maui mengatakan, Kamis, jumlah korban tewas yang dikonfirmasi mencapai 53 orang. Petugas pemadam kebakaran masih berjuang melawan kobaran api.
Lahaina pada Kamis tinggal reruntuhan yang hangus dan berasap. Green mengatakan 80 persen kota telah hilang.
"Semua orang akan menggambarkan ini seolah-olah sebuah bom menghantam Lahaina," katanya. "Sepertinya kehancuran total; bangunan yang kita semua nikmati dan rayakan bersama selama beberapa dekade, dari generasi ke generasi, hancur total."
Presiden Joe Biden pada Kamis menyatakan kebakaran itu sebagai "bencana besar". Ia membuka blokir bantuan federal untuk upaya bantuan. Penduduk membutuhkan lebih banyak bantuan untuk pemulihan yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Komandan Penjaga Pantai AS Aja Kirksey mengatakan kepada CNN, bahwa sekitar 100 orang diyakini telah melompat ke air untuk melarikan diri dari kobaran api yang bergerak cepat yang mengoyak Lahaina.
Kirksey mengatakan pilot helikopter kesulitan melihat karena asap tebal dari api besar. Kapal Penjaga Pantai berhasil menyelamatkan lebih dari 50 orang dari air.
"Itu adalah adegan yang berkembang sangat pesat dan cukup mengerikan bagi para korban yang harus melompat ke air," tambahnya.
Bagi penduduk Kekoa Lansford, kengerian itu masih jauh dari selesai.
"Kami masih menemukan mayat di air yang mengapung dan di tembok laut," kata Lansford kepada CBS.
"Kami telah menarik orang keluar... Kami berusaha menyelamatkan nyawa orang, dan saya merasa kami tidak mendapatkan bantuan yang kami butuhkan."
Foto udara Lahaina, ibu kota kerajaan Hawaii pada awal abad ke-19, memperlihatkan seluruh blok menjadi abu.
Green mengatakan sekitar 1.700 bangunan terkena dampak kebakaran.
"Hilangnya nyawa dan harta benda yang hancur, kami berduka selama waktu yang tidak dapat dihibur ini," kata Walikota Maui Richard Bissen.
"Di hari-hari mendatang, kita akan menjadi lebih kuat sebagai... komunitas," tambahnya, "saat kita membangun kembali dengan ketahanan dan aloha."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Taklimat Presiden RI pada Rapim TNI–Polri 2026, Perkuat Sinergi TNI–Polri Jaga Stabilitas Nasional
-
Urai Kemacetan Aglomerasi MRT Ekspansi ke Banten
-
Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla di Kalimantan Barat
-
Fitch Ratings Sematkan Outlook Negatif pada Peringkat Utang RI, Ada Alarm Apa di Balik Fiskal Nasional?
-
Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar. 2 Pelaku Penjual Tapir Ditangkap di Pasaman.
-
Dari Sungai Pontianak, ASDP Hadir Jaga Konektivitas Berkelanjutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.