Pheu Thai Berhasil Giring Lebih Banyak Partai dalam Koalisi
📅 Kamis, 10 Agu 2023, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/MANAN VATSYAYANA1
BANGKOK - Partai Pheu Thai, yang didukung oleh mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, berhasil mengajak lebih banyak mitra ke dalam koalisinya sebagai upaya untuk memecah kebuntuan politik yang telah melanda Thailand sejak pemilihan umum tanggal 14 Mei lalu.
"Enam partai junior akan bergabung dengan aliansi yang dibentuk awal pekan ini oleh pemenang pemilu kedua dan ketiga, Pheu Thai dan Partai Bhumjaithai," kata ketua Partai Pheu Thai, Chonlanan Srikaew, dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (9/8).
Keenam partai tersebut memiliki total 16 kursi, meningkatkan jumlah total anggota parlemen koalisi menjadi 228. Jumlah ini masih kurang dari mayoritas sederhana di majelis rendah yang beranggotakan 500 orang, oleh karenanya Pheu Thai terus menggalang dukungan untuk mengantisipasi sidang parlemen yang akan datang di mana para anggota parlemen akan memilih perdana menteri berikutnya.
Partai-partai baru yang bergabung dengan koalisi ini adalah Prachachat, Seri Ruam Thai, Plung Sungkom Mai, Partai Negara Thailand, Pue Thai Rumphlang, dan Chartpattana Kla.
Chonlanan mengatakan bahwa Pheu Thai yakin mereka akan dapat memecahkan kebuntuan ini, dan meminta kerja sama dari semua anggota parlemen untuk memilih kandidat PM mereka yaitu taipan real estate Srettha Thavisin, 60 tahun, dalam pemungutan suara mendatang
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semakin cepat kita dapat membentuk pemerintahan, semakin cepat kita dapat menyelesaikan masalah ini," kata Chonlanan seraya menekankan perlunya mengakhiri polarisasi politik agar negara ini dapat bergerak maju.
Pheu Thai kabarnya mulai merayu beberapa partai-partai konservatif dari pemerintah yang terkait dengan militer, untuk bergabung dengan mereka setelah berpisah dengan Partai Move Forward (MFP) yang reformis, yang merupakan mitra utamanya dalam aliansi partai-partai non-militer sebelumnya.
Pheu Thai telah mencoret MFP dari rencananya untuk membentuk pemerintahan setelah menghadapi perlawanan keras dari anggota parlemen konservatif dan terkait militer yang dibutuhkannya untuk berhasil mencalonkan Srettha sebagai perdana menteri, dan hal ini membuat MFP terdegradasi ke kubu oposisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Optimistis
Menurut para petinggi Pheu Thai, sebagian besar partai baru yang bergabung dengan koalisi Pheu Thai pada Rabu sebelumnya merupakan bagian dari aliansi yang mencakup MFP dan mereka optimistis akan ada lebih banyak partai dan anggota parlemen individu berpotensi bergabung dengan koalisi dalam beberapa hari mendatang.
Berdasarkan Konstitusi, seorang kandidat PM membutuhkan 376 suara dari gabungan 500 anggota parlemen terpilih di Parlemen dan 250 anggota Senat yang dipilih oleh junta untuk mendapatkan jabatan tersebut.
Ini berarti bahwa koalisi Pheu Thai masih harus mendapatkan dukungan dari anggota parlemen MFP atau anggota parlemen dari faksi konservatif atau faksi yang terkait dengan militer.
Faksi-faksi ini termasuk para senator yang dipilih oleh junta atau partai-partai yang merupakan bagian dari pemerintahan yang terkait dengan militer seperti Palang Pracharath dan Partai Bangsa Thailand Bersatu, yang masing-masing terkait dengan mantan panglima angkatan darat, wakil PM sementara Prawit Wongsuwan, dan PM sementara Prayut Chan-Ocha.
Pemungutan suara untuk memilih PM diperkirakan akan berlangsung setelah 16 Agustus, sambil menunggu keputusan pengadilan atas petisi yang terkait dengan pencalonan kembali pemimpin MFP, Pita Limjaroenrat, sebagai PM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!