Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Maritim Masih Pakai 'Mindset' Kontinental

📅 Rabu, 09 Agu 2023, 08:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Maritim Masih Pakai 'Mindset' Kontinental Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Ke­pala Badan Perencanaan Pem­bangunan Nasional (PPN/ Bappenas), Suharso Monoarfa

BOGOR - Rencana pembangunan kemaritiman sebagai bagian dari sasaran utama dalam visi Indonesia Emas 2045 masih disusun menggunakan cara berpikir kontinental. Dalam visi Indonesia Emas 2045, salah satu capaian yang diharapkan dalam pembangunan kemaritiman adalah meningkatkan peranan ekonomi maritim sebesar 12,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2045.

"Meskipun ini adalah sasaran utama yang akan kita capai, tapi saya akan mulai dengan sebuah kritik bahwa ini sebuah otokritik saya (bahwa pembangunan kemaritiman dalam visi Indonesia Emas 2045 masih disusun menggunakan cara berpikir kontinental)," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Suharso Monoarfa dalam Seminar Penguatan Tata Kelola Kelautan Berkelanjutan dan Berkeadilan dalam Rencana Pembangunan Nasional, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (8/8).

Untuk meningkatkan peranan ekonomi maritim tersebut, terdapat tiga fokus target yang hendak dicapai. Mulai dari pembangunan konektivitas laut yang efisien dan efektif, lalu industrialisasi perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing, serta pariwisata bahari yang inklusif.

"Kalau kita lihat semua ini, the way of thinking-nya, basically ini masih kontinen. Buat saya itu masih kontinen karena kita kayak mau bangun jalan tol di laut sebagai bagian dari transportasi logistik kita. That's fine, itu benar-benar perlukan, ini gak salah, tapi sebenarnya ada yang lebih dari itu yang kita bisa lakukan," ujarnya pula.

Menimbang hal tersebut, dalam seminar ini diharapkan ada diskusi dan perdebatan terkait pembangunan kemaritiman yang berlandaskan cara pandang maritim. "Ini (rencana pembangunan kemaritiman dalam visi Indonesia Emas 2045) perlu mendapatkan kritikan, this is our problem statement. Silakan dikritik untuk didiskusikan," ujar Suharso Monoarfa.

Gagasan kelautan

Dia mengatakan banyak yang masih terjebak cara berpikir kontinental dalam memandang kelautan. Presiden Soekarno, kata dia lagi, memandang Indonesia sebagai negara kelautan yang berarti tidak melihat pulau-pulau di Tanah Air dipisahkan oleh laut, tetapi disatukan oleh laut. Cara pandangan seperti itu diangkat oleh Perdana Menteri Indonesia Djoeanda Kartawidjaja pada periode 1957-1959 dalam bentuk kebijakan pada masa Pemerintahan Soekarno.

"Masalahnya hari ini adalah seakan-akan kita itu disorientasi. Memang ada gagasan, ada gagasan kelautan yang luar biasa, tetapi pendekatannya pun kalau kita lihat dari beberapa instrumen kebijakan itu mendekati laut itu dengan pandangan darat," katanya pula.

Misalnya, kata dia lagi, cara pandang kontinental memandang laut sebagai sumber memperoleh ikan hanya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak ada pertanyaan apakah ikan-ikan di laut boleh diambil atau dipancing.

Dia menceritakan dirinya menonton sebuah video Youtube dari warga Denmark yang keliling Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Youtuber tersebut menunjukkan sekumpulan anak-anak dan generasi muda yang mancing sembarangan di sekitar pesisir laut Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.