Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulau Jawa Jadi Kontributor Terbesar PDB RI

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 08:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pulau Jawa Jadi Kontributor Terbesar PDB RI Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Tangkapan layar - Deputi Bidang Neraca dan Analis Statistik BPS Moh Edy Mahmud saat menyampaikan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II-2023 dalam konferensi pers rilis BPS di Jakarta, Senin (7/8/2023)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa Pulau Jawa masih mendominasi kontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 57,27 persen. Angka tersebut menandai adanya peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 57,18 persen.

"Secara spasial, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan II-2023 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,27 persen, diikuti Pulau Sumatera sebesar 21,94 persen," kata Deputi Bidang Neraca dan Analis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (7/8).

Sementara itu, Pulau Kalimantan berkontribusi sebesar 8,32 persen, Pulau Sulawesi sebesar 7,13 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,77 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,57 persen.

Meskipun Pulau Jawa masih mendominasi kontribusi terhadap PDB, secara spasial pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi di Pulau Sulawesi yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 6,64 persen secara tahunan (yoy).

Kemudian diikuti Pulau Maluku dan Papua sebesar 6,35 persen, Kalimantan sebesar 5,56 persen, Pulau Jawa 5,18 persen, Sumatera 4,90 persen dan terakhir Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang tumbuh 3,01 persen.

NTB Terkontraksi

Edy mengatakan jika dirinci lagi, di antara wilayah yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup solid itu, Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat menjadi satu-satunya wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang masih terkontraksi.

Dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 yang tercatat 3,01 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami pertumbuhan 0,90 persen sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya 0,48 persen. Di satu sisi, Bali tumbuh 2,59 persen.

Dia menilai rendahnya pertumbuhan ekonomi di wilayah NTB karena adanya penurunan kegiatan pertambangan serta penggalian yang berdampak pada perekonomian daerah. "Kalau kita lihat, dari Produk Domestik Regional Bruto Nusa Tenggara Barat yang terkontraksi di kuartal II 2023 ini, ada penurunan kegiatan pertambangan dan penggalian khususnya produksi tembaga serta kegiatan kehutanan dan pertanian khususnya produksi padi," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.