Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Murid Bereksplorasi di Kurikulum Merdeka, Guru Jangan Lepas Tangan

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Murid Bereksplorasi di Kurikulum Merdeka, Guru Jangan Lepas Tangan Doc: antara/inovasi
Ket. Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam program Inovasi di Nagekeo, NTT.

Puji Astuti, Universitas Negeri Semarang dan Teguh Kasprabowo, Universitas Stikubank Semarang

Dalam Kurikulum Merdeka yang tengah digalakkan pemerintah, salah satu pendekatan yang direkomendasikan untuk memenuhi capaian belajar (CP) adalah proses pembelajaran aktif atau pembelajaran yang berorientasi pada murid.

Di dalamnya, misalnya, ada sejumlah metode pengajaran yang mengedepankan interaksi sosial, seperti pembelajaran kooperatif. Bentuk paling sederhananya adalah murid-murid bekerja dalam kelompok dan masing-masing memiliki tanggung jawab.

Ada juga metode pembelajaran berbasis projek yang mendorong murid menjalankan projek untuk memecahkan persoalan di dunia nyata.

Menurut riset, metode-metode pembelajaran aktif tersebut memang berpotensi memberi sejumlah manfaat bagi murid. Ini termasuk interaksi sosial yang lebih baik dengan rekan sejawat, pengasahan keterampilan seperti refleksi ataupun kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Meski demikian, kami mengkhawatirkan pendekatan pembelajaran aktif ini-tanpa panduan yang tepat-berpotensi mengesampingkan keterlibatan guru sehingga mengancam penguasaan materi dasar yang merupakan salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka.

Dengan kata lain, pembelajaran aktif dalam Kurikulum Merdeka boleh saja memberikan ruang bagi murid untuk bereksplorasi. Namun, jangan sampai ini jadi alasan untuk membolehkan guru serta merta lepas tangan.

Pentingnya penguasaan materi dasar terlebih dahulu

Salah satu karakteristik utama Kurikulum Merdeka adalah fokusnya pada "materi esensial."

Materi esensial adalah materi yang diperlukan untuk menguasai mata pelajaran (mapel) di setiap jenjang secara berkelanjutan. Dalam Matematika, ini seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian untuk meyelesaikan persoalan.

Contoh lainnya, pengetahuan tentang dasar-dasar garis, warna, tekstur, dan komposisi untuk mengerjakan projek melukis dalam pelajaran Seni Budaya.

Menurut John W. Thomas, peneliti pendidikan dari University of California-Berkeley di Amerika Serikat (AS), pembelajaran berbasis projek tidak boleh luput untuk mendorong murid berinteraksi dengan konsep-konsep kunci tiap mapel dan juga terlibat dalam pembentukan pengetahuan mereka.

Sayangnya, analisis kami pada berbagai dokumen pengenalan, contoh pelaksanaan, dan panduan pembelajaran berbasis projek yang disediakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi belum memuat aspek-aspek di atas. Guru juga belum diarahkan untuk melibatkannya dalam kegiatan-kegiatan projek tersebut.

Dalam pembelajaran tematik tingkat SD, panduan pembelajaran berbasis projek masih terlalu menekankan "pengetahuan prosedural" (tentang "bagaimana", contoh: langkah-langkah menanam kangkung agar tumbuh subur). Panduan ini mengesampingkan "pengetahuan proposisional" (tentang "apa", contoh: proses fotosintesis dan manfaatnya bagi tumbuhan).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.