Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat Semoga Ada Solusi, Menko PMK: Pengiriman Bantuan ke Kabupaten Puncak Terkendala Cuaca

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat Semoga Ada Solusi, Menko PMK: Pengiriman Bantuan ke Kabupaten Puncak Terkendala Cuaca Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kiri rompi cokelat) didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah jaket cokelat) meninjau barang logistik yang sudah dimuat ke dalam pesawat Cesna 208 Caravan dan akan dikirimkan kepada warga terdampak bencana kekeringan serta cuaca dingin ekstrem di Terminal Kargo, Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua Tengah, Rabu (2/8/2023).

Jakarta - Gawat semoga ada solusi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dukungan kemanusiaan yang rencananya akan dikirim langsung pada hari yang sama masih terkendala oleh cuaca buruk.

Di sisi lain MenkoMuhadjir juga menjelaskan bahwa Distrik Agandugume berada di perbukitan dengan ketinggian mencapai 914 mdpl, sehingga hal itu dapat membahayakan penerbangan.

"Kendalanya cuaca. Ada masalah kendala cuaca. Karena bandara Distrik Agandugume ini berada di atas ketinggian 3.000 kaki (914 mdpl). Karena pertimbangan cuaca, maka hari ini kita tunda dulu, besok pagi kita coba lagi," jelas Menko Muhadjir dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Menyinggung mengenai bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem, Menko Muhadjir sedikit menjelaskan bahwa hal itu merupakan fenomena tahunan yang biasa terjadi mulai pada Mei, Juni, hingga Juli.

Fenomena ini, menurut dia,ditandai dengan hujan es disertai kabut es yang dapat menyebabkan tanaman dan umbi-umbian membusuk sehingga tidak layak konsumsi. Di samping itu, kata dia, udara kering juga membuat tanaman tidak dapat tumbuh sempurna.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada sebanyak 7.500 jiwa yang terdampak bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem, dimana fenomena yang terjadi sejak Juni 2023 itu telah menyebabkan enam orang meninggal dunia.

"Ini kan sebenarnya sudah terjadi secara periodik. Hampir peristiwa tahunan mulai dari Mei, Juni, dan Juli. Itu dimulai dengan datangnya hujan es dan kabut es. Kabut es ini yang lebih mematikan. Jadi tumbuhan dan umbi-umbian ini membusuk dan kemudian diikuti dengan udara kering. Pada saat udara kering ini. tidak ada tanaman yang tumbuh," kata MenkoMuhadjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.