Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Ibu Wajib Mengetahui Ini, Psikolog: Game Kekerasan Bisa Pengaruhi Emosi dan Mental Remaja

📅 Rabu, 02 Agu 2023, 21:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Ibu Wajib Mengetahui Ini, Psikolog: Game Kekerasan Bisa Pengaruhi Emosi dan Mental Remaja Doc: ANTARA/HO/Dok.pribadi
Ket. Psikolog anak Endang Setianingsih.

Banda Aceh - Psikolog Endang Setianingsih menyatakan bahwa permainan game dengan konten kekerasan yang dimainkan oleh anak-anak atau remaja bisa berdampak pada emosi hingga mentalnya, sehingga mereka terbiasa dengan yang dimainkan.

"Game konten kekerasan paling senang dimainkan. Game yang dimainkan ini bisa berdampak pada aspek emosi atau mental remaja, sehingga terbiasa dengan hal-hal yang sering dimainkan melalui game," kata Endang Setianingsih, psikolog anak di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut dijelaskan Endang merespon fenomena adanya dugaan kelompok remaja di Banda Aceh atau gangster yang mulai melakukan kegiatan tawuran di ibu kota provinsi Aceh itu.

Game konten kekerasan, kata Endang, menjadi sarana melampiaskan keresahan para remaja, dan tentu berdampak pada perilaku mereka sehari-hari seperti sikap agresif yang ditunjukan.

"Mereka juga bisa memiliki sifat yang temperamen tinggi, serta mudah terpicu hal yang dapat menimbulkan masalah sosial," ujarnya.

Endang menyampaikan, usia remaja merupakan fase di mana mereka ingin mencari identitas diri dan berusaha memahami bagaimana peran yang harus dilakukan.

Di mana, mereka ingin dianggap sudah dewasa atau ingin diakui eksistensinya. Untuk memperoleh itu tentunya para remaja melakukan tindakan yang mengarah pada aksi-aksi kekerasan, tawuran dan lain sebagainya. Artinya usia remaja sangat rentan terpengaruh.

Endang menuturkan, terjadinya bentukan kelompok remaja juga dipengaruhi pola asuh orang tua yang tidak tepat. Kurangnya pengontrolan, hingga perhatian orang tua.

Sehingga, mereka ingin mencari identitas diri dan perhatian lingkungan luar yang bisa membuat remaja bebas bercerita menyampaikan keinginan dan keresahan bersama teman di tempat tongkrongan.

"Kalau lingkungannya positif maka remaja akan menyalurkan energi yang positif, tetapi bila negatif, maka bisa menjadi masalah sosial," katanya.

Kemudian, lanjut Endang, kurangnya pengawasan lingkungan juga membuat remaja mudah melanggar norma atau aturan di masyarakat. Seakan-akan apa yang dilakukan remaja bukan urusan masyarakat lainnya sehingga tak perlu diurus.

Sebagai solusi terhadap masalah remaja ini, Endang menuturkan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak, sehingga orang tua dan peran ayah harus difungsikan, berikan kasih sayang yang dibutuhkan anak.

"Orang tua harus menjadi sumber perhatian sekaligus sebagai tempat curhat yang nyaman buat anak, bukan di luar rumah, dan harus mampu menjadi teladan buat anak-anaknya," ujarnya.

Selain itu, tambah Endang, dunia pendidikan juga perlu membangun koordinasi dengan orang tua dan guru terkait perkembangan dan pergaulan anak, langkah ini bisa membantu mendeteksi dini arah pergaulan anak.

"Pentingnya melibatkan anak atau remaja dalam program -program yang positif," demikian Endang Setianingsih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Olahraga
Sinner Juara Wimbledon, Oba...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.