Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impor Pangan Terus Ditekan

📅 Senin, 31 Jul 2023, 09:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Impor Pangan Terus Ditekan Doc: istimewa

JAKARTA - Industri pengolahan dalam negeri terus berupaya mengurangi kebergantungan pada impor pangan dengan memanfaatkan hasil porang yang tersebar di banyak wilayah. Selain membantu petani, langkah itu juga membantu pelaku UMKM yang menggunakan bahan baku glukoman.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan berbasis makanan, PT Rezka Nayatama pekan lalu meresmikan Pabrik Tepung Glukomanan hasil Olahan Umbi Porang. Pabrik ini berkontribusi mengurangi impor tepung konjac dan glukomanan.

Direktur Utama PT Rezka Nayatama, Samuel H, Siahaan mengatakan, sampai saat ini, Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu mengolah umbi porang menjadi tepung glukomanan berkadar hingga 90 persen.

"Kami berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia, terutama dalam memajukan pemanfaatan umbi porang sebagai bahan pangan sehat yang berpotensi sebagai alternatif pengganti beras," ujarnya di Jakarta, akhir prkan lalu.

Bertempat di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) fasilitas ini merupakan pabrik pertama di Indonesia yang dapat memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.

Dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun, pabrik ini akan menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti Tiongkok, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan Thailand.

Selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan porang, pabrik ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan. Melalui program kemitraan, PT Rezka Nayatama ikut meningkatkan kesejahteraan para petani lokal, memberikan dampak positif bagi komunitas setempat.

Pabrik ini mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulannya sebagai bahan produksi. Selain dari kelompok petani binaan, bahan bakunya bersumber dari dukungan lahan pertanian porang di NTB, NTT, dan Bali.

Kepala Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jend (Purn) Moeldoko yang hadir secara online menyampaikan kehadiran pabrik ini dapat berdampak positif untuk Indonesia karena mengurangi impor bahan Glukoman dan juga membuka lapangan pekerjaan untuk provinsi NTB.

Tingkatkan Kesejahteraan

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menegaskan peresmian pabrik tersebut dapat menumbuhkan kesejahteraan tidak hanya bagi para petani tetapi para UKM yang menggunakan bahan baku Glukoman yang lebih sehat. "Hal ini perlu didukung untuk kemajuan dan ekonomi Indonesia," ucap Teten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.