Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penderita Alzheimer Lebih Banyak Perempuan, Kenapa Begitu?

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, dalam dekade terakhir, telah ditemukan pentingnya populasi mikroorganisme yang berada dalam tubuh manusia (mikrobiota) dan hubungannya dengan hormon dan kesehatan otak.

Secara khusus, subkelompok bakteri ini, yang disebut oestrobolome, secara aktif terlibat dalam pengaturan kadar estrogen sistemik. Oleh karena itu, terapi probiotik mungkin juga memiliki efek menguntungkan secara tidak langsung pada otak perempuan menopause.

Faktanya, mikrobiota juga menunjukkan dimorfisme seksual, yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, yang dikenal sebagai microgenderome. Variasi ini menghasilkan tingkat kerentanan yang berbeda terhadap patologi tertentu.

Otak perempuan mungkin lebih rentan terhadap stres

Stres adalah faktor risiko lain yang diketahui untuk mengembangkan Alzheimer, yang tampaknya lebih banyak memengaruhi perempuan daripada laki-laki. Sebuah penelitian terbaru yang menggunakan model hewan dari penyakit Alzheimer telah menunjukkan bahwa otak perempuan lebih rentan terhadap dampak stres daripada otak laki-laki, yang tampaknya disebabkan oleh peningkatan yang lebih besar dalam akumulasi protein beta-amiloid.

Masuknya perempuan ke dalam dunia kerja, bersama dengan pekerjaan rumah tangga, perawatan dan masalah rekonsiliasi keluarga, berarti bahwa, secara umum, perempuan lebih mudah stres daripada laki-laki. Ini berarti bahwa strategi sosial yang bertujuan untuk menghilangkan perbedaan gender bisa sangat positif dalam mengurangi risiko Alzheimer di kalangan perempuan.

Menuju 150 juta pasien

Alzheimer adalah salah satu pandemi besar pada abad ke-21. Diperkirakan akan ada sekitar 150 juta pasien dengan penyakit neurodegeneratif ini pada 2050. Di Spanyol saat ini terdapat lebih dari 800.000 orang yang menderita demensia jenis ini, dan diperkirakan angka ini akan meningkat menjadi lebih dari 1,2 juta orang dalam beberapa dekade mendatang.

Sayangnya, saat ini tidak ada obat atau pengobatan yang benar-benar efektif untuk penyakit neurodegeneratif ini. Ada kemungkinan bahwa pengabaian perbedaan jenis kelamin dan gender sedikit banyak berkontribusi terhadap penundaan ini.

Justru karena alasan inilah Women's Brain Project (WBP), sebuah organisasi nirlaba internasional yang berbasis di Swiss, didirikan oleh para ahli dalam berbagai disiplin ilmu. WBP lahir dari kebutuhan untuk menganalisis perbedaan jenis kelamin dan gender dalam kesehatan mental dan penyakit mental, untuk menerapkan pengetahuan ini demi pengobatan yang presisi.

Yang menjadi semakin jelas adalah bahwa jenis kelamin adalah variabel yang penting. Sayangnya, hal ini belum mendapatkan perhatian yang semestinya, meskipun populasi dunia terbagi menjadi dua subkelompok yang berbeda secara fisiologis. Hal ini dapat menjelaskan, setidaknya sebagian, kegagalan untuk menerjemahkan data praklinis ke dalam uji klinis, tidak hanya untuk Alzheimer, tapi juga untuk penyakit lainnya.

Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Spanyol.The Conversation

Raquel Sánchez Varo, Profesora Contratada Doctor del Área de Histología de la Facultad de Medicina. Investigadora del Grupo CTS429 Biología e Histología Médicas, del CIBER en Enfermedades Neurodegenerativas (CIBERNED) y del IBIMA, Universidad de Málaga

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.