Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penderita Alzheimer Lebih Banyak Perempuan, Kenapa Begitu?

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penderita Alzheimer Lebih Banyak Perempuan, Kenapa Begitu? Doc: activebeat
Ket. Ilustrasi penderita alzheimer.

Raquel Sánchez Varo, Universidad de Málaga

Hampir 120 tahun telah berlalu sejak dokter Jerman, Alöis Alzheimer, pertama kali mendeskripsikan penyakit neurodegeneratif yang kini dikenal dengan namanya. Semuanya berawal dari kasus seorang pasien sakit jiwa bernama Auguste Deter.

Data terbaru mengenai penyakit Alzheimer (AD) menunjukkan bahwa bukan suatu kebetulan jika Auguste adalah seorang perempuan: kita sekarang tahu bahwa sekitar dua pertiga dari mereka yang terkena dampaknya adalah perempuan.

Secara khusus, sebuah penelitian pada 2017 telah menunjukkan bahwa di Eropa, 3,31% laki-laki menderita Alzheimer dibandingkan dengan 7,13% perempuan - lebih dari dua kali lebih banyak. Namun, sampai saat ini, perbedaan ini belum mendapat perhatian yang semestinya.

Perubahan hormon penting

Faktor risiko utama untuk penyakit Alzheimer adalah usia. Di antara populasi umum, perempuan lebih sering mencapai atau melebihi usia 85 tahun. Oleh karena itu, diasumsikan bahwa perempuan lebih mungkin menderita Alzheimer karena mereka memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang.

Namun, kita sekarang tahu bahwa fakta ini tidak menjelaskan realitas klinis. Seperti halnya dengan banyak penyakit lain, jawabannya mungkin terletak pada kombinasi dari perbedaan biologis karena jenis kelamin dan perbedaan sosial-budaya (peran gender).

Dari sudut pandang biologis, perubahan hormonal yang khas pada penuaan perempuan telah menjadi fokus penelitian Alzheimer selama bertahun-tahun. Di sinilah estrogen, hormon steroid yang diproduksi terutama oleh ovarium, serta kelenjar adrenal, jaringan lemak, dan otak, berperan.

Selain perannya dalam reproduksi, estrogen terlibat dalam jalur pensinyalan lainnya, beberapa di antaranya terkait dengan fungsi kognitif atau perlindungan saraf. Dengan demikian, mereka adalah molekul dengan aksi antioksidan, pengatur metabolisme, respons imun, neurogenesis dan plastisitas sinaptik, yang sangat penting untuk penuaan otak.

Hipokampus, misalnya, memiliki dua jenis reseptor estrogen. Dan kebetulan wilayah otak ini, yang terlibat dalam memori dan pembelajaran, sangat terpengaruh pada pasien Alzheimer sejak tahap awal.

Oleh karena itu, jelaslah bahwa hilangnya estrogen (hipoestrogenisme) akibat menopause tampaknya berperan. Sedemikian rupa sehingga perempuan yang menjalani pengangkatan ovarium di bawah usia 50 tahun juga memiliki peningkatan risiko gangguan kognitif dan Alzheimer.

Inilah sebabnya mengapa penelitian telah dilakukan selama beberapa dekade untuk mencari tahu apakah terapi penggantian hormon (yaitu memberikan estrogen dalam bentuk obat pada awal atau selama menopause) dapat memiliki peran sebagai pelindung saraf.

Penelitian juga sedang dilakukan untuk mengoptimalkan pemberiannya: data menunjukkan bahwa ada periode waktu pemberian yang kritis saat pengobatan ini dapat menjadi paling efektif. Secara khusus, ini mungkin paling berguna pada tahap awal menopause atau dalam kasus menopause bedah. Namun, ada data yang bertentangan sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperjelas masalah ini.

Mikrobiota memengaruhi kesehatan otak

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.