- Home
-
- Luar Negeri
-
- Harga Biji-bijian Diperkir...
Harga Biji-bijian Diperkirakan Naik 15% akibat Russia Mundur dari Kesepakatan
Kamis, 27 Jul 2023, 00:00 WIBWASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan penarikan Russia dari Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam yang memungkinkan ekspor Ukraina dapat mendorong harga biji-bijian global naik 10-15 persen. Untuk itu, IMF terus menilai perkembangan situasi.
Kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, baru-baru ini mengatakan Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam sangat berperan dalam memastikan pasokan biji-bijian yang cukup dapat dikirim dari Ukraina, untuk mengurangi tekanan harga pada makanan.
Menurut Gourinchas, penangguhan itu akan memberi tekanan pada harga. "Kami masih menilai di mana kami akan mendarat, tetapi Anda akan berpikir kenaikan harga biji-bijian antara 10 hingga 15 persen adalah perkiraan yang masuk akal," katanya.
Dikutip dari The Straits Times, IMF pada Selasa (25/7), memperkirakan inflasi umum global akan turun menjadi 6,8 persen pada tahun 2023 dari 8,7 persen pada 2022, turun menjadi 5,2 persen pada 2024, dengan inflasi inti menurun secara bertahap menjadi 6 persen pada 2023 dan kemudian 4,7 persen pada 2024.
Gourinchas mengatakan itu bisa memakan waktu hingga akhir 2024 atau awal 2025 sampai inflasi turun ke target gubernur bank sentral dan siklus pengetatan moneter saat ini akan berakhir.
IMF, pekan lalu, mengatakan penarikan Russia dari inisiatif yang ditengahi oleh Turki dan PBB Juli lalu, akan menghantam wilayah yang sangat bergantung pada pengiriman dari Ukraina, termasuk Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan.
Jadi Faktor Penting
Kesepakatan itu memungkinkan Ukraina mengekspor sekitar 33 metrik ton biji-bijian melalui laut dan ternyata menjadi faktor penting bagi ketahanan pangan global.
Uni Eropa, pada Selasa, mengatakan siap untuk mengekspor hampir semua produk pertanian Ukraina melalui jalur solidaritas - hubungan transportasi kereta api dan jalan melalui negara-negara anggota UE yang berbatasan dengan Ukraina.
Sekitar 60 persen ekspor Ukraina dikirim melalui jalur solidaritas dan 40 persen melalui Laut Hitam saat kesepakatan biji-bijian yang didukung PBB sedang berjalan.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak Russia untuk kembali ke perundingan untuk mengizinkan ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam, sejalan dengan usulan yang dia buat untuk Presiden Vladimir Putin.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Membangun Harapan Baru dari Akar Rumput
-
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026 Jelang Ramadan
-
Kampung Nelayan: KKP Tak Mau Kecolongan! Program KNMP Kini Diawasi Berlapis
-
Penguatan Dollar AS Bakal Meningkatkan Biaya Pendanaan di Ekonomi Pasar Berkembang
-
Indikator Makro yang Solid Tidak Otomatis Cerminkan Kesehatan Struktural Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.