Kampung Nelayan: KKP Tak Mau Kecolongan! Program KNMP Kini Diawasi Berlapis

Senin, 06 Okt 2025, 17:50 WIB

JAKARTA – Program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) jadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan dari akar rumput.

Lewat program KNMP ini, kawasan pesisir dibangun secara terpadu—mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan akses pembiayaan, hingga pengembangan hilirisasi hasil laut.

Ket. Foto: Arsip foto - Foto udara kampung warna warni di Kelurahan Tondonggue, Kecamatan Nambo, Kendari, Sulawesi Tenggara. — Sumber: ANTARA FOTO/ Andry D

Secara kasualnya, KNMP bukan cuma soal membangun dermaga atau rumah nelayan, tapi juga soal mengubah pola hidup dan ekonomi komunitas pesisir agar lebih mandiri dan modern.

Kalau dijalankan konsisten, program KNMP ini bisa jadi fondasi penting buat meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga ketahanan pangan laut nasional.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan sistem pengawasan berlapis dalam pelaksanaan program prioritas KNMP guna memastikan akuntabilitas dan efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Inspektur Jenderal KKP Ade Tajudin Sutiawarman, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/10), menyatakan telah menyiapkan berbagai bentuk pengawasan program KNMP, termasuk pemantauan langsung melalui pemeriksaan awal bersama untuk memastikan kesesuaian antara rencana teknis dan kondisi aktual sebelum konstruksi dimulai.

Selain itu, setiap tahapan pelaksanaan KNMP akan diawasi secara ketat, termasuk proses review terhadap usulan pembayaran pekerjaan.

"Kami tidak ingin program-program ini menemui masalah yang dapat merugikan negara dan rakyat," ujarnya.

Ade menjelaskan proses review pembayaran dilakukan minimal dua kali di setiap lokasi KNMP.

Pengawasan ini membutuhkan auditor yang kompeten serta dukungan metode pengawasan jarak jauh yang optimal.

Di tahap awal, Itjen KKP juga turut mendampingi survei calon penyedia sarana dan prasarana hilir KNMP.

Ia menambahkan percepatan pelaksanaan program strategis harus tetap memperhatikan aspek administratif, prinsip kehati-hatian, serta perbaikan tata kelola, termasuk penyiapan regulasi untuk setiap kebijakan baru.

Ade menjelaskan pengawasan KNMP juga melibatkan kolaborasi dengan pengawas eksternal seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta aparat penegak hukum.

Sinergi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meminimalisasi potensi risiko, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lancar dan bebas dari masalah signifikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek harus diawasi secara ketat dengan prinsip akuntabilitas, demi mewujudkan tata kelola kelautan dan perikanan yang bersih, transparan, dan sesuai koridor hukum.

Pembangunan KNMP akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini KKP menargetkan 100 kampung dengan pembangunan tahap I sebanyak 65 lokasi yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025.

Sarana dan prasarana perikanan yang akan dibangun di kampung nelayan di antaranya dermaga, bengkel kapal, ruang penyimpanan dingin atau cold storage, pabrik es, tempat pelelangan ikan, hingga sentra kuliner ikan.

Program 100 KNMP ini diproyeksikan menciptakan 7.000 lapangan kerja permanen dan 20.000 pekerjaan konstruksi nonpermanen.

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
  • Kampung Nelayan Merah Putih
  • KNMP

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.