Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Berita Gembira, Desa Tertinggal di Kaltim Sisa Lima Desa

31 Rabu, 26 Jul 2023, 00:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Desa Tertinggal di Kaltim Sisa Lima Desa Berita Gembira, Desa Tertinggal di Kaltim Sisa Lima Desa Doc: Antara/HO P3MD Kaltim
Ket. Syafrudin (kiri) TA infrastruktur dan Meydi Perangin Angin (kanan) TA Pendataan IDM P3MD Kaltim.

Samarinda - Berita gembira. Desa dengan status tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun tersisa lima desa, mengalami penurunan 12 desa ketimbang tahun sebelumnya yang masih terdapat 17 desa.

"Penurunan jumlah desa tertinggal karena adanya penanganan dari berbagai indikator baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan," ujar Tenaga Ahli (TA) Pendataan IDM Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Kaltim Meydi Perangin Angin di Samarinda, Selasa.

Sisa lima desa/kampung dengan status tertinggal tersebut adalah Kampung Mapulu di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, kemudian empat kampung di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat yakni Kampung Gerungung, Tanjung Soke, Deraya, dan Kampung Lemper.

Ia mengatakan keberhasilan menurunkan jumlah desa tertinggal berkat kerja sama berbagai mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kaltim, dinas terkait di tingkat Kaltim hingga kabupaten, kecamatan, para pendamping desa, hingga pemerintah desa bernama masyarakat.

Dari tiga indikator sebagai tolok ukur penilaian IDM yang meliputi Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), indikator yang mendapat penanganan intensif tahun lalu hingga pertengahan tahun ini IKL.

Hal ini dilakukan karena rata-rata 17 desa yang sebelumnya mengantongi status tertinggal, kendala yang paling banyak adalah terkait kerawanan maupun potensi bencana, baik bencana alam maupun non-alam yang masuk di indikator IKL.

Untuk itu, kataMeydi, semua pihak tahun lalu kemudian sepakat melakukan mitigasi pada desa-desa yang rawan terkena bencana seperti bencana banjir akibat pasang surut, banjir akibat hujan, tanah longsor, dan bencana lainnya, termasuk bencana non-alam.

"Bencana memang sulit dihindari dan ada yang tidak bisa dihindari, tapi kita bisa melakukan mitigasi untuk meminimalisir dampaknya, seperti dengan membuat papan peringatan, tanda dan arah titik kumpul penyelamatan, melakukan simulasi kebencanaan dan lainnya," kata Meydi.

Sedangkan lima desa yang saat ini masih berstatus tertinggal karena berkaitan dengan minimnya infrastruktur terutama jalan, termasuk masih kurangnya dukungan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan, sehingga semua pihak telah berkoordinasi untuk mencukupi kekurangan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.