Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Riau Segera Turunkan Tim untuk Gelar Vaksinasi Massal Rabies di Inhil

📅 Senin, 24 Jul 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Riau Segera Turunkan Tim untuk Gelar Vaksinasi Massal Rabies di Inhil Doc: ANTARA/HO
Ket. Dinas PKH Riau segera menurunkan tim ke Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir untuk melakukan vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan.

Pekanbaru - Gerak cepat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau segera menurunkan tim ke Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk melakukan vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan menyusul seorang warga meninggal dunia akibat digigit anjing rabies.

"Pada Senin (24/7) Tim dari Dinas PKH Riau segera melakukan vaksinasi massal terutama di Kelurahan Harapan Tani, karena satu warga meninggal akibat gigitan anjing pengidap rabies," kata Kepala Dinas PKH Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh Faralinda Sari, kepada media di Pekanbaru, Minggu.

Menurut Faralinda di Indonesia lebih sering menggunakan dua pilihan vaksin yakni pertama vaksin rabies PrPP adalah vaksinasi pencegahan sebelum paparan virus rabies.

PrPP biasanya diberikan kepada orang yang dianggap berisiko tinggi terpapar, misalnya petugas pengawas hewan, dokter hewan, atau orang yang tinggal di atau bepergian ke daerah endemis rabies.

Vaksin kedua katanya adalah vaksin rabies PEP, untuk menghentikan timbulnya rabies setelah terpapar virus. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk melindungi tubuh setelah terkena gigitan binatang.

"PEP terdiri dari suntikan antibodi terhadap virus rabies (human rabies immune globulin atau HRIG), ke dalam luka dan vaksin rabies yang diberikan pada hari terpapar virus, kemudian dosis vaksin lanjutan diberikan lagi pada hari ke 3, 7, dan 14," katanya.

Ia menjelaskan, rabies adalah penyakit virus zoonosis, yang artinya penyakit tersebut bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies menyerang sistem saraf pusat. Bila seseorang tidak segera menerima perawatan medis yang tepat setelah terpapar rabies maka virus bisa menyebabkan penyakit di otak yang pada akhirnya mengakibatkan kematian.

Karena itu, katanya lagi perlu menggencarkan sosialisasi kepada warga terutama yang memiliki hewan peliharaan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit rabies itu.

"Kasus warga yang meninggal dunia setelah digigit hewan penular rabies bisa dicegah jika masyarakat langsung melaporkan dan memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.