Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Perjuangkan Mineral Kritis di Forum Indo-Pacific Economic Framework (IPEF)

📅 Rabu, 19 Jul 2023, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Perjuangkan Mineral Kritis di Forum Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) Doc: ANTARA/HO-Kemendag
Ket. Deputi United Stated Trade of Representative (USTR) Duta Besar Sarah Bianchi (kiri) dan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/7/2023).

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dan Deputi United Stated Trade of Representative (USTR) Duta Besar Sarah Bianchi membahas perkembangan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), salah satunya terkait bahan mineral kritis.

"Indonesia kembali menyuarakan perlunya komitmen akses pasar, salah satunya terkait bahan mineral kritis (critical minerals) agar ada manfaat nyata yang didapatkan," ujar Jerry melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/7).

Jerry menyampaikan Duta Besar Bianchi menyatakan target AS agar IPEF dapat selesai pada tahun ini. Ia juga mengajak investor AS menanamkan investasinya dalam proyek transisi energi.

Hal ini untuk mewujudkan ekonomi hijau dan hilirisasi dalam bidang ekstraksi bahan mineral kritis dan bahan baku lain yang dibutuhkan dalam sektor energi bersih, misalnya sebagai komponen baterai untuk kendaraan listrik.

IPEF yang diluncurkan pada 23 Mei 2022 di Jepang merupakan pernyataan di tingkat politis untuk mengatasi berbagai tantangan global untuk meningkatkan kerja sama ekonomi AS di kawasan Indo Pasifik, melalui empat pilar, yaitu perdagangan, rantai pasok, ekonomi bersih, serta ekonomi berkeadilan.

Sebanyak 14 negara bergabung dalam IPEF, yaitu AS, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Fiji.

Negara mitra dapat memilih untuk ikut di salah satu pilar (parsial) atau seluruh pilar. Indonesia menyatakan bergabung di keseluruhan pilar.

Putaran keempat perundingan IPEF telah selesai digelar pada 9-15 Juli 2023 di Busan, Korea Selatan. Adapun putaran kelima diagendakan pada September 2023 mendatang di Thailand.

"Terkait dengan pembahasan perundingan, Indonesia juga meminta fleksibilitas dari pihak AS untuk ketentuan-ketentuan baru bagi negara anggota yang cukup sensitif untuk kebijakan nasional," kata Jerry.

Sementara itu, Duta Besar Bianchi menyampaikan berdasarkan hasil Pertemuan Tingkat Menteri IPEF di Detroit, AS bulan Mei lalu, isu bahan mineral kritis akan dibahas dalam pilar perdagangan.

AS akan mengeksplorasi pengembangan pembahasan di Pilar 1. AS juga meminta adanya komitmen yang tinggi bagi negara anggota untuk menerapkan standar lingkungan dan ketenagakerjaan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, AS adalah negara tujuan ekspor kedua dan asal impor keenam bagi Indonesia pada 2022. Neraca perdagangan kedua negara membukukan surplus bagi Indonesia 16,6 miliar dollar AS.

Ekspor Indonesia ke AS pada 2022 tercatat 28,2 miliar dollar AS dan didominasi minyak sawit, alas kaki kulit, alas kaki bahan kain, ban, dan krustasea.

Impor Indonesia dari AS pada 2022 tercatat 11,6 miliar dollar AS dan didominasi kedelai, residu pati, susu dan krim, kapas, dan tepung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.