Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Investasi Energi Bersih, AS Luncurkan Program Hibah 20 Miliar Dolar

📅 Sabtu, 15 Jul 2023, 13:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Investasi Energi Bersih, AS Luncurkan Program Hibah 20 Miliar Dolar Doc: ecowatch.com
Ket. Rumah-rumah di AS menggunakan solar panel untuk energi bersih.

WASHINGTON - Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat meluncurkan dua program hibah pada Jumat (14/7) dengan total pembiayaan sebesar 20 miliar dollar AS (Rp309,56 triliun) untuk meningkatkan investasi energi bersih, terutama pada masyarakat berpendapatan rendah.

Program pertama, yaitu National Clean Investment Fund dengan pendanaan sebesar 14 miliar dolar AS (Rp216,69 triliun), akan menyediakan hibah kepada dua atau tiga institusi keuangan nasional yang berhaluan energi bersih.

Pendanaan tersebut memungkinkan lembaga-lembaga itu dapat bekerja sama dengan sektor swasta untuk memberikan pembiayaan kepada puluhan ribu proyek teknologi bersih di seluruh negeri, menurut keterangan Gedung Putih.

Wakil Presiden KamalaHarrisdalam keterangan tersebut mengatakan kalangan pelajar, pemilik usaha kecil, dan tokoh masyarakat yang memiliki ide inovatif untuk mengurangi tingkat emisi dan mempercepat transisi energi bersih kini dapat merealisasikan proyek-proyek mereka.

"Sembari menciptakan ... ekonomi energi bersih yang bermanfaat bagi semua," ujarnya.

Program kedua adalah kompetisi Clean Communities Investment Accelerator dengan total pembiayaan sebesar enammiliar dolar AS (Rp92,87 triliun), yang akan menyediakan hibah untuk mendukung hingga tujuh kelompok nirlaba.

Kelompok-kelompok tersebut akan memberikan pembiayaan dan bantuan teknis pengembangan kapasitas tentang pembiayaan terkait energi bersih bagi para pemberi pinjaman lokal bagimasyarakat berpenghasilan rendah dan miskin.

Batas waktu pendaftaran bagi institusi yang berminat untuk mengikuti kedua program tersebut adalah 12 Oktober 2023.

Program-program tersebut merupakan bagian dari program Greenhouse Gas Reduction Fund dengan total pendanaan 27 miliar dolar AS (Rp417,9 triliun), juga langkah terbaru pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mendukung berbagai proyek pengurangan emisi penyebab pemanasan global.

Greenhouse Gas Reduction Fund dibentuk berdasarkan Undang-undang (UU) Pengurangan Inflasi yang ditandatangani Biden tahun lalu.

Program pembiayaan sebesar 27 miliar dolar AS ini bertujuan untuk meningkatkan model pembiayaan di lebih dari 20 bank pendukung penggunaan energi bersih di berbagai negara bagian, termasuk Michigan dan Maryland.

Bank-bank seperti itu berinvestasi dalam pemasangan panel surya untuk rumah, pompa kalor yang efisien, serta pengisi daya kendaraan listrik.

Berbagai banknirlaba ramah lingkungan itumembantu mengurangi risiko proyek yang dihadapi masyarakat berpendapatan rendah dengan memberikan dukungan keuangan dan membantu mereka menarik investasi dari sektor swasta.

Kepala EPA Michael Regan mengatakan pembiayaan tersebutakan meningkatkan investasi pihak swasta dalam pengembangan teknologi bersih serta "memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat tertinggal."

Pada Juni, institusi tersebut meluncurkan program hibah sebesar tujuh miliar dolar AS (Rp108,35 triliun) untuk memberikan masyarakat berpenghasilan rendah akses terhadap pemasangan panel surya di rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.