Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Ponorogo Komitmen Percepat Penurunan Stunting

📅 Sabtu, 15 Jul 2023, 17:24 WIB | Oleh:
Pemkab Ponorogo Komitmen Percepat Penurunan Stunting Doc: Dok. Pemkab Ponorogo
Ket. Pemkab Ponorogo Komitmen Percepat Penurunan Stunting

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berkomitmen mempercepat penanganan stunting. Hal itu mengemuka dalam rembuk stunting yang berlangsung di aula Bappeda Litbang Ponorogo, Rabu (12/7).

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksankaan penandatanganan deklarasi komitmen bersama pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Pihaknya menempatkan penanganan kasus anak balita gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi itu sebagai prioritas.

''Rembuk bersama ini untuk memunculkan ide atau gagasan yang bisa diimplementasikan dalam percepatan penurunan stunting," kata Kang Bupati sapaan Bupati Sugiri Sancoko, dikutip dari laman resmi Pemkab Ponorogo, Jumat (14/7).

Kang Bupati berharap penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ponorogo dan sejumlah pengurus ormas itu akan mempercepat penurunan angka stunting.

Penanganan stunting di Ponorogo selama ini berlangsung masif hingga prevalansinya pada 2022 menjadi 14,2 persen yang turun 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

''Penurunan stunting merupakan salah satu langkah menyiapkan generasi emas,'' jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Ponorogo Henry Indra Wardhana mengungkapkan bahwa pihaknya membangun komitmen publik dalam upaya penurunan stunting secara terintegrasi. Target yang dipatok adalah menekan prevalansi stunting hingga tinggal 7 persen.

''Dalam rembuk stunting juga disampaikan hasil analisis situasi, deklarasi komitmen, dan rencana kegiatan intervensi," ucapnya.

Pemkab Ponorogo selama ini menerapkan pola penanganan yang terbukti ampuh menekan angka stunting. Di antaranya, mengerahkan sekitar 751 tim pendamping keluarga (TPK) yang bertugas mendatangi langsung rumah keluarga yang memiliki anak balita (bawah lima tahun) dengan risiko stunting.

Ratusan anggota TPK itu juga meverifikasi dan mevalidasi data keluarga berisiko stunting. Bersamaan itu, Pemkab Ponorogo menambah locus penanganan stunting dari 15 menjadi 25 desa atau kelurahan dengan melibatkan camat, kades, lurah, sert bidan desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.