Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sistem Pengadaan Barang Pemerintah Harus Direformasi

📅 Kamis, 13 Jul 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sistem Pengadaan Barang Pemerintah Harus Direformasi Doc: ISTIMEWA
Ket. SUAHASIL NAZARA Wakil Menteri Keuangan - Dengan mengonsumsi barang dalam negeri maka produksi dalam negeri pun bisa bergulir, meningkat, hingga menciptakan efek berganda di dalam negeri yang lebih kuat.

JAKARTA - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) harus dimulai dari mereformasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Reformasi sistem itu agar semua pihak, terutama instansi pemerintah, memprioritaskan produk dalam negeri ketimbang impor.

Peneliti ekonomi Indef, Nailul Huda, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Rabu (12/7), mengatakan kebijakan peningkatan penggunaan produk lokal harus diimplementasikan secara optimal agar berdampak ganda pada perekonomian nasional.

Nilai tambah yang diperoleh itu mulai dari naiknya nilai tambah produk, pendapatan masyarakat meningkat, hingga penyerapan tenaga kerja.

"Miris sebenarnya penggunaan produk dalam negeri yang masih minim di belanja barang pemerintah, masih mengutamakan impor," kata Nailul.

Idealnya, jelas Nailul, impor baru dilakukan kalau sudah tidak ada produk dalam negeri. Saat ini, katanya masih ada sebuah instansi yang meminta barang elektronik yang spefisikasinya mengharuskan impor, padahal buat menunjang kerjaannya tidak perlu.

"Jadi memang pegawai pemerintah ini banyak mengada-ada dalam pengadaannya. Mental aparatur sipil negara ini yang harus direformasi," katanya.

Nilai Tambah

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, berharap masyarakat bisa mengonsumsi barang secara berkualitas dengan menggunakan produk dalam negeri.

Dengan mengonsumsi barang dalam negeri maka produksi dalam negeri pun bisa bergulir, meningkat, hingga menciptakan efek berganda di dalam negeri yang lebih kuat.

"Konsumsi dalam negeri dan produksi dalam negeri menjadi kunci," kata Suahasil seperti dikutip Antara dari keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/7).

Menurut Suahasil, hilirisasi di dalam negeri menjadi cara menciptakan nilai tambah yang lebih besar sehingga bisa menciptakan efek berganda dan pendapatan yang lebih tinggi untuk masyarakat.

Perekonomian Indonesia saat ini cukup berdaya tahan, dengan harapan pada ujungnya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai sekitar 5 persen lebih. Kondisi tersebut harus terus dijaga sepanjang tahun sampai dengan akhir tahun.

Untuk itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus menjadi instrumen utama untuk melindungi masyarakat melalui optimalisasi belanja negara dengan tata kelola yang baik. Adapun seluruh belanja APBN dikelola dengan baik, mulai dari cara penganggaran, belanja, hingga merealisasikan dengan berbagai standar.

"Ada standar tata kelola dan Indikator Kinerja Kunci (Key Performance Indicator/KPI), jadi hasil dari belanja negara itu harus terukur. Kami ingin memastikan dengan seluruh tata kelola, penganggaran, tata kelola belanja, tata kelola audit, pemeriksaan, dan pengawasan berjalan dengan baik," kata Wamenkeu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.