Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keputusan Finansial Perlu Kondisi Mental yang Sehat

📅 Rabu, 03 Des 2025, 03:12 WIB | Oleh:
Keputusan Finansial Perlu Kondisi Mental yang Sehat Doc: ist
Ket. kondisi keuangan

JAKARTA – Kondisi kesehatan mental yang baik berpengaruh terhadap kemampuan dalam pengambilan keputusan finansial. Demikian keterangan psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Olphi Disya Arinda, M.Psi. Menurut Disya, pengambilan keputusan finansial dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya kondisi kesehatan mental. Maka, jika kesehatan mental tidak turut diprioritaskan, masalah justru bisa muncul pada proses pengambilan keputusan.

“Jadi sebenarnya banyak uang pun belum tentu bisa membeli kebahagiaan apabila tidak dibarengi dengan kondisi kesehatan mental yang optimal. Karena bisa jadi tadi pengambilan keputusannya, jadi foya-foya atau belanja sesuatu yang tidak dibutuhkan dan lalu disesali,” kata Disya dalam diskusi temu media di Jakarta, Selasa.

Psikolog yang juga berpraktik di Mayapada Medical Center Kuningan Jakarta itu menjelaskan ketika seseorang dalam kondisi mental yang stabil, ditandai seperti memiliki kualitas tidur cukup, stres yang terkelola dengan baik hingga emosi yang seimbang. Kondisi itu, lanjut Disya, membantu seseorang membuat rencana, menahan dorongan untuk mengambil keputusan yang cepat, mengevaluasi risiko jangka panjang, dan berpikir yang dengan lebih strategis.

Sementara itu, ketika seseorang dalam kondisi stres dapat mengubah persepsi terhadap risiko dan membuatnya lebih rentan mengambil keputusan ekstrem. Disya mengatakan berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa saat dalam kondisi stres, seseorang cenderung mencari jalan keluar yang cepat untuk meredakan ketidaknyamanan, termasuk lewat tindakan yang memberi rasa senang sesaat.

“Dalam kondisi stres pengen cepat keluar dari situasi itu, perlu sesuatu yang bikin merasa bahagia. Padahal bisa jadi itu adalah ilusi. Jadi terlalu berani atau high risk decision atau terlalu takut, menghindari keputusan penting kayak investasi, nabung, atau bayar utang, jadi pinggirkan dulu, sampai sesuatu yang sifatnya kewajiban pun tidak terlaksana,” ujar dia.

Lebih lanjut, Disya menambahkan mental yang sehat itu menciptakan pola pengelolaan uang yang lebih konsisten dan adaptif dalam jangka panjang, seperti perlu memiliki literasi keuangan untuk menabung. “Jangan lupa juga memprioritaskan kesehatan mental bagian dari proteksi jangka panjang. Karena sebenarnya yang kita lihat itu adalah kerugian atau dampaknya di kemudian hari apabila pengambilan keputusannya ini tidak bijak,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.