Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes: Enterovirus-11 Belum Ditemukan di RI dan Negara ASEAN

📅 Kamis, 13 Jul 2023, 20:22 WIB | Oleh:
Kemenkes: Enterovirus-11 Belum Ditemukan di RI dan Negara ASEAN Doc: ANTARA/HO-Kemenkes
Ket. Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/6).

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Mohammad Syahril mengatakan Enterovirus-11 (Echovirus-11) belum ditemukan di Indonesia maupun negara ASEAN.

"Berdasarkan penelusuran platform Bluedot, Enterovirus belum terdeteksi di Indonesia maupun negara-negara ASEAN," kata Mohammad Syahril dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan yang sempat terdeteksi di Laboratorium Nasional Sri Oemijati berjenis Enterovirus 71 (EV-71) karena termasuk program surveilans penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD).

Namun untuk Enterovirus-11 yang menyerang sejumlah bayi baru lahir di Eropa hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan, kata Syahril.

Ia mengatakan, saat ini terdapat tiga laboratorium diagnosis yang dapat mengidentifikasi Enterovirus-11 di Indonesia, yakni Laboratorium Sri Oemijati Jakarta, Laboratorium Biofarma Bandung, dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

"Alat diagnosis Enterovirus di laboratorium dengan identifikasi kultur dan PCR untuk Enterovirus 71 dan polio virus. Untuk Enterovirus 11 dapat diidentifikasi melaluireal timePCR dan sekuensing," katanya.

Syahril menambahkan upaya mencegah Enterovirus secara umum adalah dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan secara baik sebagai metode pencegahan utama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (7/7) mengumumkan sebanyak 26 bayi di sejumlah negara Eropa terinfeksi Enterovirus. Delapan dari bayi tersebut meninggal setelah gagal organ dan sepsis.

Kasus infeksi Enterovirus dilaporkan dari Kroasia, Prancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Sebagian besar kematian dilaporkan dari Prancis.

Kasus Enterovirus-11 diidentifikasi pada awal 2022. Setidaknya setengah dari 26 kasus dilaporkan sejak akhir musim semi 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.