Ekonomi Global Tumbuh Melambat dalam Lima Tahun ke Depan
📅 Kamis, 13 Jul 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiKendati demikian, peringatan dari IMF itu kiranya penting untuk diantisipasi guna memastikan bahwa ekonomi Indonesia tidak sampai terkena dampak buruk dari pertumbuhan ekonomi global yang lambat.
Pemerintah pun, kata Aloysius, harus konsisten menurunkan rasio utang yang per Mei 2023 tercatat 37,85 persen terhadap PDB atau turun dari posisi bulan sebelumnya 38,15 persen.
Dia berharap pemerintah dalam dua tahun ke depan tidak akan serampangan menambah utang. Upaya mengerem penarikan utang itu harus juga disertai dengan mengatur komposisi jangka waktu pelunasan utang, setidaknya fokus di tenor menengah-panjang.
Hal lain yang perlu diwaspadai pemerintah adalah stabilitas harga pangan. Bukan hanya harga pangan di hilir, tetapi juga harga input dalam proses produksi bahan pangan. Saat ini, mayoritas harga pangan dilaporkan tengah mengalami kenaikan rata-rata di hampir semua daerah. Salah satu sebab utamanya, seperti telur, adalah tingginya harga jagung pakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selain soal input, implikasi dari perubahan iklim juga harus semakin diperhitungkan," kata Aloysius.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan setelah pandemi usai, ketidakpastian ekonomi global memang masih berlanjut, terutama didorong oleh konflik di Ukraina yang berdampak ke berbagai sektor, seperti pangan dan energi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!