Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semoga Tidak Timbulkan Pencemaran, Ketua IAEA Grossi Pertahankan Laporan Tentang Limbah Nuklir Jepang

📅 Senin, 10 Jul 2023, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Tidak Timbulkan Pencemaran, Ketua IAEA Grossi Pertahankan Laporan Tentang Limbah Nuklir Jepang Doc: ANTARA/HO-Kemenkes
Ket. Arsip - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kanan) berpose bersama Director General Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Mariano Grossi di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (21/5/2023), usai penandatanganan kerja sama pengembangan layanan radiologi untuk pasien kanker di Indonesia.

Istanbul - Semoga tidak timbulkan pencemaran. Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengunjungi negara tetangga Jepang untuk mempertahankan laporan badan pengawas nuklir itu atas rencana Tokyo membuang limbah nuklir tersebut ke laut.

Grossi tiba di Selandia Baru pada Senin dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Nanaia Mahuta.

"Sebagai suara yang dihormati di bidang perlucutan senjata dan non-proliferasi, Selandia Baru merupakan mitra utama IAEA," cuit Grossi setelah pertemuan dengan Mahuta.

Kedua pejabat itu membahas pelepasan limbah nuklir yang sudah diolah dari pembangkit Fukushima Daiichi Jepang yang rusak, perang Ukraina, dan masalah non-proliferasi lainnya, lanjut cuitan itu.

Perjalanan Grossi ke Selandia Baru adalah bagian dari kampanyenya di kawasan sekitar Jepang untuk mempertahankan laporan IAEA mengenai Fukushima yang mengatakan pembuangan air yang diolah akan memiliki dampak "tidak berarti" bagi orang-orang dan lingkungan.

Laporan tersebut diserahkan kepada Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pekan lalu. Namun, laporan itu mengatakan IAEAtidak merekomendasikan atau mendukung keputusan nasional Jepang untuk melepaskan air yang diolah ke laut.

Dia juga akan melakukan perjalanan ke Kepulauan Cook, yang saat ini mengetuai Forum Kepulauan Pasifik, untuk "menangani masalah, mendengar pandangan, dan mengklarifikasi peran IAEA."

Sementara China menyebut laporan itu "terbatas" dan juga melarang makanan laut dari 10 wilayah bagian di Jepang.

Unjuk rasa juga berlangsung di Seoul ketika Grossi mengunjungi Korea Selatan selama akhir pekan.

Laporan IAEA itu "kosong" tanpa "bukti ilmiah untuk mendukung pembuangan air terkontaminasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang," kata 11 anggota parlemen oposisi Korea Selatan, menurut Yonhap News yang berbasis di Seoul.

Para anggota tersebut berangkat menuju Jepang pada Senin untuk memprotes rencana Tokyo membuang limbah nuklir.

Jepang berencana membuang limbah nuklir tersebut ke laut pada musim panas ini.

Selama akhir pekan, Grossi bertemu pejabat Korea Selatan dan anggota oposisi untuk membahas masalah tersebut.

Rencana pembuangan limbah oleh Jepang yang diumumkan pada April 2021, menghadapi kritik tajam dari negara tetangga seperti China, Korea Selatan, Korea Utara, dan Taiwan, begitu pula dengan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-bangsa.

Sementara itu, Amerika Serikat mendukung usulan tersebut, menyusul pembahasan bertahun-tahun untuk menangani 1 juta ton air yang disimpan di komplek pembangkit nuklir Fukushima sejak bencana pada 2011.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.