Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Rabies, Pemprov DKI Diminta Larang Topeng Monyet

📅 Senin, 10 Jul 2023, 10:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Rabies, Pemprov DKI Diminta Larang Topeng Monyet Doc: ANTARA/Saiful Bahri
Ket. Warga menyaksikan monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) beraksi saat pertunjukan topeng monyet di Pasar Kolpajung, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (25/5/2019).

JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hardyanto Kenneth menekankan pentingnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat larangan peredaran daging ilegal dan eksploitasi hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, kera, musang, dan kelelawar.

Menurut Kennethdengan adanya larangan yang dituangkan ke dalam bentuk peraturan daerah maka kasus rabies yang belakangan sedang merebak di Indonesia bisa dicegah masuk ke Ibu Kota.

"Saya harap Pj Gubernur segera mengeluarkan surat edaran berlanjut jadi peraturan daerah (perda). Karena kita melihat sudah mulai banyak eksploitasi hewan seperti topeng monyet, kami tidak bisa menjamin apa monyet sudah divaksin atau belum," kata Kenneth di Jakarta, Senin (10/7).

Menurut Kennethsejauh ini masih banyak praktik pemanfaatan hewan berpotensi rabies di tengah masyarakat.

Salah satunya yakni pegiat topeng monyet yang kerap bersinggungan dengan masyarakat. Kenneth menilai hal tersebut berbahaya lantaran monyet yang belum tentu sudah divaksin itu bisa saja melukai warga.

Tidak hanya monyet, beberapa warga juga ada yang belum mau memvaksin binatang peliharaannya seperti anjing, kucing, hingga musang.

Maka dari itu, Kenneth juga meminta Pemprov DKI Jakarta meningkatkan sosialisasi bahaya rabies kepada masyarakat.

Sosialisasi tersebut bisa dengan cara memberikan informasi vaksin hewan gratis di beberapa titik hingga penyuluhan bahaya penyakit rabies.

"Saya meminta kepada masyarakat agar yang memelihara hewan segera membawa hewan peliharaannya untuk divaksin karena rabies di beberapa wilayah sudah masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB)," jelas Kenneth.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan ada 1.527 kasus gigitan hewan penularan rabies (GHPR) di DKI Jakarta selama 2023.

"Sudah ada laporan 1.527 kasus GHPR tahun 2023 dari dua rumah sakit rujukan di DKI Jakarta, yakni RSUD Tarakan dan RSPI Sulianti Saroso," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/6).

Mayoritas kasus gigitan tersebut dari kucing dan anjing. Tetapi ada juga dari monyet, kera, dan kelelawar.

Berdasarkan data dari 194 rumah sakit (RS) dan 44 puskesmas kecamatan di DKI Jakarta pada 2023, Ngabila menyebutkan tidak ada sama sekali kasus kematian akibat gigitan hewan tersebut.

Selain itu, Ngabila menegaskan, angka 1.527 tersebut tidak semuanya menjadi rabies, tetapi jumlah orang yang tergigit hewan.

"Sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi terkena rabies semuanya dilakukan tata laksana di rumah sakit termasuk memberikan vaksin anti rabies," kata Ngabila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.