Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerusuhan Prancis, Pola Kemarahan yang Berulang tanpa Ada Resolusi

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerusuhan Prancis, Pola Kemarahan yang Berulang tanpa Ada Resolusi Doc: AFP/Bertrand Guay
Ket. Seorang perempuan menggunakan telepon genggam di dekat mobil yang terbakar habis di Sarcelles, pinggiran utara Paris.

François Dubet, Université de Bordeaux

Meskipun selalu mengejutkan, sejak "révoltes des Minguettes"(pemberontakan Minguettes - di pinggiran timur Lyon) pada tahun 1981, kerusuhan Prancis selalu berulang dengan pola yang sama: warga dibunuh atau terluka parah oleh polisi.

Ini kemudian memicu luapan amarah dari warga di lingkungan yang terdampak dan sekitarnya. Kadang kala, seperti dalam kasus kerusuhan 2005 dan baru-baru ini, amarah meletup dari penduduk lingkungan yang "keras" dan menganggap diri mereka sebagai korban aparat keamanan.

Selama 40 tahun terakhir di Prancis, kerusuhan di daerah pinggiran kota didominasi oleh kemarahan kaum muda yang menyerang simbol ketertiban dan negara, seperti balai kota, pusat kegiatan sosial, sekolah, dan pusat-pusat bisnis.

Kemarahan akan kekosongan kelembagaan

Rasa berang semacam itu mendorong warga untuk menghancurkan lingkungannya di hadapan warga lain yang sebenarnya mengecam tindakan tersebut, tetapi juga memahami motivasinya.

Dalam banyak kasus, ada juga kekosongan kelembagaan dan politik karena figur lokal, wakil rakyat terpilih, organisasi, gereja dan masjid, serta pekerja sosial dan guru merasa tidak berdaya dan tidak didengar.

Hanya pemberontakan Minguettes tahun 1981 yang mampu menjadi March for Equality and Against Racism (gerakan untuk kesetaraan dan melawan rasisme). Sejak saat itu, tampaknya tidak ada gerakan serupa yang muncul dari amarah warga.

Pada akhirnya, dalam setiap kerusuhan, setiap kubu tampak memainkan perannya: kubu kanan mengecam kekerasan dan terus menyebarkan stigma negatif tentang lingkungan terkait dan terhadap korban kekerasan polisi. Sementara itu, kubu kiri mengecam ketidakadilan dan menjanjikan kebijakan sosial di lingkungan sekitar.

Pada 2005, Menteri Dalam Negeri Nicolas Sarkozy menunjukkan keberpihakannya pada polisi.

Presiden Prancis saat ini, Emmanuel Macron, menyatakan belas kasihan terhadap warga yang dibunuh oleh polisi di Nanterre. Namun, bisa dibilang para politikus dan presiden hampir tidak dianggap oleh lingkungan yang bersangkutan.

Situasi kemudian mereda sampai terjadi lagi masalah berikutnya di banlieues (pinggiran kota Prancis) antara warga dan polisi.

Pelajaran yang bisa dipetik

Kerusuhan berulang di pinggiran kota di Prancis dan skenarionya memberikan kita beberapa pelajaran yang relatif sederhana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.