Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Negara Berkembang, Indonesia Ajak Gerakan Non Blok Bersatu

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 08:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Negara Berkembang, Indonesia Ajak Gerakan Non Blok Bersatu Doc: ANTARA/KBRI Baku
Ket. Indonesia diwakili Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Tri Tharyat berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri Gerakan Non-Blok (GNB) di Baku, Azerbaijan, Kamis (6/7/2023).

JAKARTA - Indonesia mengajak Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement/GNB) untuk memperkuat persatuan dan kerja sama dalam upaya memajukan kepentingan negara-negara berkembang.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, pada pertemuan tingkat menteri GNB di Baku, Azerbaijan, 5-6 Juli.Azerbaijan sedang memegang keketuaan GNB tahun ini.

GNB adalah suatu organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apa pun.

Pembentukan GNB merupakan salah satu hasil dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada 1955 sebelum akhirnya resmi terbentuk pada KTT di Beograd, Yugoslavia, pada 1961.

Sebagai salah satu pendiri GNB, Indonesia siap memainkan peran aktif dalam mendorong kolaborasi negara-negara berkembang untuk mewujudkan tatanan global yang lebih adil, demikian disampaikan Tri pada pertemuan tersebut, dikutip dari pernyataan KBRI Baku, Jumat.


Dalam kesempatan itu, Indonesia menekankan pentingnya memperkuat semangat 'Dasasila Bandung' sebagai landasan dan pedoman gerakan non-blok, khususnya di tengah rivalitas geopolitik dunia saat ini.

'Dasasila Bandung' adalah prinsip-prinsip dasar hubungan antar bangsa, termasuk menghormati hak-hak asasi manusia, menghormati kedaulatan wilayah semua negara, serta mengakui persamaan derajat semua ras dan negara.

"Sebagai pergerakan yang lahir dari perjuangan menentang penjajahan, GNB harus terus konsisten dalam mendorong perdamaian, keadilan, kesetaraan dan kolaborasi," ujar Tri.

Sebagai salah satu anggota Komite Palestina GNB, Indonesia mendorong organisasi non-blok itu untuk bersatu melakukan berbagai upaya demi mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Selain isu Palestina, pertemuan para menteri GNB itu juga mengangkat sejumlah isu lainnya antara lain isu pembangunan, hak asasi manusia, perubahan iklim, pemulihan pasca COVID-19, dan perkembangan politik dan perdamaian di kawasan dan global, termasuk keprihatinan terhadap meluasnya Islamofobia.

Pertemuan tersebut mengesahkan beberapa dokumen termasuk Deklarasi Menteri, serta menghasilkan rekomendasi positif atas permohonan bergabungnya Sudan Selatan untuk menjadi anggota baru GNB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.