Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kesehatan Warga, Menkes Sebut Edukasi Hingga Vaksinasi Hal Penting Menyikapi Endemi

📅 Selasa, 04 Jul 2023, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kesehatan Warga, Menkes Sebut Edukasi Hingga Vaksinasi Hal Penting Menyikapi Endemi Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Tangkapan layar - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menjadi pembicara dalam Podcabs "Rapor Pandemi hingga Polemik RUU Kesehatan" diikuti dalam jaringan di Jakarta, Senin (3/7/2023).

Jakarta - Tingkatkan kesehatan warga. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kegiatan edukasi, surveilans, obat-obatan, dan vaksinasi menjadi hal penting bagi masyarakat dalam menyikapi situasi endemi COVID-19 di Indonesia.

"Pada saat Indonesia mau mendeklarasikan itu jadi endemi, kami tanya dulu ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) apa sih yang seharusnya dilakukan, ini yang sudah kami lakukan, apa yang kurang," kata Budi Gunadi Sadikin acara Podcabs "Rapor Pandemi hingga Polemik RUU Kesehatan" diikuti dalam jaringan di Jakarta, Senin.

Budi mengatakan, masyarakat perlu menyadari bahwa masalah kesehatan di saat endemi merupakan masalah individu masing-masing masyarakat, sama halnya saat harus menghadapi situasi penyakit umum lainnya, seperti demam berdarah.

Bentuk intervensi kesehatan yang paling bagus dan berhasil, kata Budi, karena masyarakat sudah bisa menjaga kesehatannya sendiri, bukan diintervensi pemerintah.

Hal penting lainnya, menurut Budi, adalah kegiatan surveilans melalui penyediaan alat tes dan alat genom sekuensing.

Kemenkes telah memfasilitasi alat rapid test antigen yang kini dijual di apotek untuk memudahkan masyarakat dalam memilih alat diagnosa selain di fasilitas laboratorium.

"Saat ini sudah kami siapkan QR Code. Jadi kalau dia positif, dia mau daftar, nanti dia bisa dilayani oleh telemedisin, bisa dikirim obat kalau dia mau," katanya.

Berikutnya yang harus disiapkan adalah obat-obatan anti-virus yang kini sudah tersedia di jejaring apotek dan rumah sakit dengan resep dokter, seperti Paxlovid dan Molnupiravir, kata Budi.

Sedangkan di tataran rumah sakit, produsen dalam negeri telah menyediakan ventilantor, oksigen, hingga obat-obatan Actemra.

Budi mengatakan vaksinasi juga menjadi hal penting dalam upaya mencegah pasien mengalami gejala berat saat terinfeksi COVID-19, terutama kalangan lansia yang belum divaksin hingga orang dengan masalah kekebalan tubuh.

Selama pandemi, Pemerintah telah memperluas cakupan vaksinasi dari semula usia 18 tahun ke atas, saat ini mulai dari 6 tahun ke atas.

"Sebaiknya untuk pencegahan diberi vaksinasi primer dua kali, karena begitu dia sudah kena vaksinasi, itu daya tahan tubuh sudah bagus, sama seperti vaksinasi pada bayi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.