Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Resistensi Antimikroba, Pandemi Senyap Setelah Covid-19

📅 Senin, 03 Jul 2023, 20:44 WIB | Oleh:
Waspadai Resistensi Antimikroba, Pandemi Senyap Setelah Covid-19 Doc: istimewa
Ket. antimikroba

JAKARTA - Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) secara resmi mencabut status darurat kesehatan Covid-19 di seluruh dunia. Pengumuman berakhirnya status darurat kesehatan tersebut merupakan seruan WHO kepada para pemimpin negara di dunia untuk beralih dari mode darurat ke mode penanganan Covid-19 bersamaan dengan isu-isu kesehatan lainnya.

Pada kesempatan lain, WHO juga mendaftar sepuluh isu kesehatan paling penting di dunia dan termasuk di dalamnya pandemi senyap resistensi antimikroba. Kondisi ini berupa berkurangnya kemampuan obat-obatan antimikroba dalam membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit di tubuh pasien.

Salah satu penyebabnya adalah penggunaan antimikroba, termasuk antibiotik dan antijamur, yang tidak tepat baik dari sisi indikasi, dosis, dan rute (cara) pemberiannya. Namun, tidak jarang pula ditemukan pasien yang kondisi badannya dari semula memang tidak dapat merespon antibiotik yang diberikan. Laporan WHO menyebut resistensi antimikroba telah menyebabkan sekitar 1,27 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2019.

"Resistansi antimikroba adalah ancaman serius yang jarang disadari, bagaikan pandemi senyap. Padahal, kondisi ini dapat terjadi di mana pun, termasuk di bagian rumah sakit yang diawasi ketat seperti di ruang perawatan intensif (intensive care unit/ICU). Pasien yang dirawat di ICU sedang dalam kondisi kritis dan biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, menjadikan mereka rawan terhadap risiko AMR," kataDokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Subspesialisasi Intensive Caredr. Pratista Hendarjana, SpAn-KIC, melalui keterangan tertulis, Rabu (28/6)

"Penggunaan antibiotik dan antijamur, termasuk di ICU, harus selalu dilakukan secara rasional dan bijak untuk mencegah risiko pasien mengalami resistensi antimikroba, sehingga infeksi lebih sulit disembuhkan, waktu perawatan pun jadi lebih lama, dan memperbesar biaya perawatan di rumah sakit,"lanjut dr. Pratista.

Umumnya, keahlian tenaga kesehatan terkait akan menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya pencegahan resistensi antimikroba di ICU. Namun, diperlukan pula peran serta pasien dan anggota keluarga yang mendampingi perawatan di rumah sakit.

"Komunikasi yang efektif antara pasien atau anggota keluarganya dengan tenaga kesehatan dapat membantu menekan risiko terjadinya resistensi antimikroba di ICU, bahkan meningkatkan kualitas perawatan secara umum," kata dr. Pratista.

Komunikasi dua arah ini akan memungkinkan keluarga pasien lebih sadar dan paham akan risiko terjadinya resistensi antimikroba. Pemahaman ini tentunya berkontribusi pada diskusi lanjutan seperti penentuan tujuan perawatan, penjelasan dan pengambilan keputusan mengenai rekomendasi medis dari tenaga kesehatan, hingga berujung pada penggunaan antimikroba secara rasional yang akan menekan risiko AMR di ICU.

"Pasien dan keluarganya berhak untuk bertanya, serta mendapatkan informasi dan edukasi yang memadai mengenai alasan, jenis, dosis, lama penggunaan, manfaat, dan risiko terkait penggunaan antimikroba di ICU. Selain itu, tenaga kesehatan juga berkewajiban memberi semua informasi kepada pasien dan kerabat dekat pasien mengenai penyakit pasien (berdasarkan diagnosis), tindakan medis yang perlu dilakukan dan komplikasi yang kemungkinan terjadi, serta tindakan medis alternatif yang dapat dilakukan serta risikonya," kata dr. Pratista

Pada akhirnya, komunikasi yang efektif ini akan membantu mewujudkan penggunaan antimikroba yang bijak dan rasional, serta mendukung perawatan yang lebih jitu di ICU, yakni tepat waktu (right time), tepat pasien (the right patient condition), dan tepat guna (the right use).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.