Rivalitas Microsoft dan Google Bikin Pengembangan AI Makin Melejit
📅 Minggu, 02 Jul 2023, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Kovop
Yali Du, King's College London
Microsoft dan Google baru-baru ini menanamkan investasi besar di dua perusahaan terbesar dalam bidang kecerdasan buatan (AI). OpenAI, yang mengembangkan ChatGPT, telah menerima investasi masif sebesar US$10 miliar (Rp 149,4 triliun) dari Microsoft, sementara Google menginvestasikan US$300 juta (Rp 4,4 triliun) di Anthropic.
Dukungan finansial dari para raksasa teknologi ini terhadap AI telah membuat persiangan ketat mereka semakin tersorot publik. Perjuangan Google untuk berebut dominasi dengan Microsoft semakin menguat dan menjadi topik utama dalam diskusi tentang kesuksesan AI pada masa depan.
Google telah memberikan kontribusi yang sangat besar di bidang pengembangan AI, termasuk penemuan transformer - suatu bentuk pembelajaran mesin (machine learning) dengan algoritme terus berkembang dalam menjalankan fungsi-fungsi tertentu seiring "dilatih" dengan data - kemajuan beragam teknik untuk mengotomatiskan terjemahan bahasa dan akuisisi perusahaan AI DeepMind.
Meskipun Google secara konsisten memosisikan dirinya di garis depan pengembangan AI, hadirnya ChatGPT menjadi sebuah tonggak sejarah yang signifikan. Perusahaan OpenAI yang berbasis di California, Amerika Serikat (AS) merilis ChatGPT pada November 2022 dan versi yang lebih canggih, GPT-4, diluncurkan pada Februari 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kehadiran ChatGPT memicu diskusi luas tentang kecerdasan umum buatan (artificial general intelligence atau AGI) - yakni ketika mesin melampaui kecerdasan manusia. Ini juga menjadi fokus dalam peringatan dari Geoffrey Hinton, seorang tokoh berpengaruh dalam bidang AI, yang dalam beberapa wawancara menguraikan kekhawatirannya tentang teknologi ini setelah mengundurkan diri dari Google awal tahun ini.
Akibatnya, jumlah penelitian yang berfokus pada model bahasa besar (large language models atau LLM) - jenis teknologi AI yang mendasari ChatGPT - melonjak. Topik penelitian lainnya terkait AI, seperti sistem dialog dan pencarian informasi, berpotensi kalah populer.
Di tengah gangguan teknologi yang cepat ini, tampaknya Google takut kehilangan keunggulan teknologinya dan dominasi pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Posisi yang bertolak belakang?
Kekhawatiran Google bukan tanpa alasan. ChatGPT, yang dibuat oleh pesaingnya langsung, telah memanfaatkan teknik pencarian internet rintisan Google untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan. Selain itu, perpindahan talenta dari Google ke OpenAI - bersamaan dengan cepatnya perkembangan OpenAI - sepertinya menjadi tren yang mengkhawatirkan bagi sang raksasa mesin pencari.
Ketika OpenAI didirikan, salah satu prinsipnya adalah membuat perangkat lunak yang bersifat "open source" (sumber terbuka). Artinya, perangkat lunak ini tersedia untuk umum dan memungkinkan pengembang untuk berbagi serta memodifikasinya. Google, sementara itu, bertahan dengan pendekatan komersial yang relatif konsisten dalam berbagai rencana dan ambisinya.
Namun, pergeseran OpenAI menuju komersialisme baru-baru ini dan penerapan closed-source - alias membuat sumber-sumber jadi tertutup - tampaknya bertentangan dengan filosofi awal perusahaan ini.
Beberapa "orang dalam" industri mengkritik OpenAI karena pendekatannya yang agak kontradiktif. Meskipun menampilkan dirinya sebagai juara teknologi AI yang menggunakan sumber terbuka, tapi tidak diragukan lagi bahwa OpenAI tetap entitas komersial, sebuah fakta yang memang tidak mudah mereka akui.
Ketegangan antara citra publik OpenAI dan realitas bisnis ini telah membuat persaingannya dengan Google semakin menarik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!