Emas Berkilau di Tengah Pelemahan Dollar AS
Minggu, 02 Jul 2023, 13:36 WIBCHICAGO - Harga emas naik tajam pada akhir perdagangan Jumat (30/6) waktu Chicago, Amerika Serikat (AS) atau Sabtu (1/7) pagi WIB, menghentikan kerugian tiga sesi beruntun, dipicu oleh dollar AS yang lebih lemah setelah data ekonomi menunjukkan pendinginan dalam belanja konsumen, meningkatkan beberapa keraguan tentang potensi agresivitas Federal Reserve dalam memerangi inflasi.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange melonjak 11,50 dollar AS atau 0,60 persen menjadi ditutup pada 1.929,40 dollar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.930,80 dollar AS dan terendah di 1.908,10 dollar AS di atas terendah tiga bulan di 1.900,60 dollar AS yang dicapai sehari sebelumnya.
Emas berjangka berakhir 20 sen lebih rendah untuk minggu ini, dan turun 2,7 persen untuk Juni dan 2,9 persen untuk kuartal kedua tahun ini, kerugian kuartalan pertama sejak kuartal ketiga tahun lalu. Sedangkan untuk tahun ini (semester pertama) menunjukkan kenaikan 4,7 persen.
Emas berjangka jatuh 4,30 dollar AS atau 0,22 persen menjadi 1.917,90 dollar AS pada Kamis (29/6/2023), setelah merosot 1,60 dollar AS atau 0,08 persen menjadi 1.922,20 dollar AS pada Rabu (28/6/2023), dan tergelincir 10 dollar AS atau 0,52 persen menjadi 1.923,80 dollar AS pada Selasa (27/6/2023).
Indeks dollar melemah pada Jumat (30/6/2023) menyusul kenaikan dua hari berturut-turut, setelah data ekonomi menunjukkan pendinginan dalam belanja konsumen, meningkatkan beberapa keraguan tentang potensi agresivitas Federal Reserve dalam memerangi inflasi.
Data ekonomi yang dirilis Jumat (30/6/2023) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS atau PCE, ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve, naik 0,3 persen pada Mei, menunjukkan tekanan inflasi sedikit berkurang.
Chicago Business Barometer naik 1,1 poin menjadi 41,5 pada Juni, sebagian besar disebabkan oleh kontraksi yang tidak terlalu mencolok dalam produksi. Barometer tetap kokoh di bawah 50, menandakan aktivitas bisnis kontraksi selama sepuluh bulan berturut-turut pada Juni.
Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis oleh Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) naik menjadi 64,4 pada Juni, naik dari 59,2 bulan sebelumnya dan di atas 50,0 pada Juni tahun lalu.
"Gambaran besarnya inflasi melambat, tetapi masih terlalu tinggi untuk Fed," kata MarketWatch dalam komentar yang diterbitkan segera setelah laporan PCE dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan.
"Para pejabat Fed senior khawatir bahwa kenaikan biaya tenaga kerja dan kenaikan harga di bagian utama ekonomi seperti perumahan dapat menjaga inflasi pada level tinggi selama beberapa tahun lagi."
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 22,20 sen atau 0,97 persen, menjadi ditutup pada 23,02 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terangkat 6,40 dollar AS atau 0,71 persen, menjadi menetap pada 913,20 dollar AS per ounce.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Arus Balik Mulai Terasa, Lalu Lintas di Gerbang Tol Kalikangkung Kian Ramai
-
Kerusakan Akses dan Infrastruktur ke KAT Sikundo Harus Segera Ditangani, Pemkab Aceh Barat Ajukan Anggaran Segini
-
Boston Celtics Tumbangkan Atlanta Hawks 109-102
-
Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: UBS Rp2.892.000, Antam Rp2.954.000, Galeri24 Rp2.833.000 per Gram
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu (11/4): UBS Rp2.890.000, Antam Rp2.972.000, Galeri24 Rp2.876.000 per Gram
-
RSUD Yowari Disorot, Wamendagri dan Wamenkes Komit Perbaiki Layanan Kesehatan Papua
-
Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini Kompak Turun, Cek Daftar Harga Terkini!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.