Sungai Maron, Keindahan Amazon ala Pacitan
📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Di Pacitan, Sungai Maron saat ini tengah menjadi tujuan wisata yang diminati. Aliran sungai tenang dengan pepohonan lebat, dan tebing-tebing kapur menjulang menjadi pesonanya.
Salah satu kegiatan wisata yang bisa dilakukan saat kemarau seperti ini adalah susur sungai yaitu kegiatan luar ruang untuk menyusuri aliran sebuah sungai. Pada musim ini debit airnya tidak terlalu tinggi, dan air sungainya cukup bening sehingga kegiatan tersebut menjadi semakin mengasyikan.
Salah satu sungai cantik yang kerap direkomendasikan untuk disusuri adalah Sungai Maron di Kabupaten Pacitan. Bagian hilir sungai ini yang berujung di Pantai Ngiroboyo menjadi arena kegiatan wisata susur sungai yang sedang digandrungi.
Aliran sungainya yang tempat susur sungai berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku. Jaraknya dari pusat kota Pacitan mencapai 20.9 km ke arah barat dalam waktu tempuh 39 menit via Jalan Raya Tumpak Rinjing dan jalan Dadapan Watukarung.
Dari Desa Dersono itu titik perjalanan susur sungai di dilakukan. Jaraknya sampai mendekati pantai Pantai Ngiroboyo. Panjang sungai yang disusuri mencapai 4,5 km. Lamanya waktu susur sungai pulang pergi selama 45 menit. Namun jika ingin berfoto di berbagai spot yang ada bisa lebih laman lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelum berangkat susur sungai perlu membayar tiket masuk lokasi wisata sebesar 5.000 rupiah per orang. Selanjutnya untuk menyusuri sungai harus menyewa perahu sebesar 100.000 rupiah dengan kapasitas maksimal sebanyak empat orang penumpang demi menjaga keselamatan.
Perahu ini digunakan untuk wisata ini adalah perahu yang biasa digunakan untuk melaut mencari ikan. Perbedaannya perahu ini telah dihilangkan cadiknya atau penyeimbangkan di kanan kiri. Namun demikian perahu ini cukup aman asal penumpangnya tidak memenuhi kapasitas
Untuk keselamatan lebih lanjut para penumpangnya wajib menggunakan pelampung berwarna oranye agar mudah dilihat. Setelah poin-poin keselamatan dipenuhi susur sungai siap dimulai oleh seorang pengemudi perahu yang sekaligus bertindak sebagai pemandu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perjalanan dilakukan dari arah hulu ke arah hilir dan kembali lagi. Di sepanjang perjalanan akan terlihat pemandangan air sungai bening serta pepohonan rindang. Pohon-pohon kelapa sekali-kali menyelip diantara tanaman mangrove yang tumbuh subur di tepinya.
Pepohonan hijau ini sangat rapat di beberapa titik. Sehingga wisatawan seperti sedang membelah hutan belantara Amazon. Memang banyak orang menyebutnya keindahannya seperti sungai Amazon di Brazil. Tidak heran banyak orang tergerak untuk datang menikmati keindahan Sungai Maron, bukan hanya melalui media social saja.
Pepohonan hijau ini kontras dengan warna air yang berwarna hijau toska. Catatannya jika kondisinya lama tidak hujan. Karena jika penelusuran sungai ini dilakukan saat hujan maka airnya dalam keadaan keruh sehingga mengurangi kenikmatan saat penelusuran.
Di tengah perjalanan menyusuri sungai, terdapat spot-spot foto menarik dan instagramable yaitu sebuah ayunan yang dinamakan Ayunan Cinta. Ayunan cinta dibuat dengan mengaitkan tali di sebuah pohon yang batangnya menjorok ke sungai. Keunikan ini membuat banyak orang rela antre untuk berfoto di atas ayunan yang bawahnya air sungai.
Tepi Sungai Maron bukan hanya berupa pepohonan rimbun. Di beberapa titik lokasi sungai ini diparkir oleh perbukitan kapur. Pada titik ini juga dijadikan tempat untuk berfoto, berupa tebing perbukitan yang curam, ditumbuhi pephonan kecil dan rerumputan.
Pemandu umumnya akan menunjukkan spot terbaik bagi pengunjung untuk berfoto. Namun jangan lupa titik terbaik ketika foto adalah di bagian depan atau haluan perahu. Background-nya apa saja, pepohonan, perbukitan, tau lautan ketika di ujung muara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!