5 Jenis Peta Dunia yang Akan Mengubah Perspektif
📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis4. Peta dunia proyeksi azimuthal polar
Semua proyeksi yang telah kita bahas sejauh ini cenderung menempatkan satu benua di tengah-tengah peta, sehingga lebih menonjol daripada benua lainnya. Alternatif lainnya adalah menempatkan Kutub Utara di tengah. Sangat membingungkan untuk melihat dunia dari sudut pandang kutub. Belahan bumi bagian bawah seharusnya tersembunyi dari pandangan oleh lekukan Bumi karena kita hanya bisa melihat setengah bola pada satu waktu.
Tetapi pada proyeksi azimuthal, belahan bumi selatan ditarik ke dalam tampilan di halaman, dengan konsekuensi bahwa Antartika bersentrifugasi menjadi donat di sekitar tepi peta melingkar. Ini menjadi kelemahan proyeksi ini karena mendistorsi area dan bentuk daratan, tetapi jarak dari Kutub Utara akurat ke segala arah, dengan jarak yang lebih jauh dari pusat menjadi lebih besar pada sumbu timur-barat.
Proyeksi "azimuthal" ini digambarkan pada bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Amerika Utara terlihat menonjol pada bendera awal PBB tahun 1945 (yang memiliki garis bujur 90 derajat ke arah barat yang mengarah ke atas). Tahun berikutnya, peta pada bendera tersebut diorientasikan ulang agar lebih netral dengan memiliki garis tanggal internasional (180 derajat timur, terletak di tengah Samudra Pasifik) yang mengarah ke atas. Peta berhenti pada garis lintang 60 derajat selatan, yang berarti Antartika tidak muncul.
Sebaiknya Anda baca juga:
5. Kartogram
Cara lain untuk merepresentasikan dunia adalah dengan menampilkan ukuran negara secara proporsional dengan indikator utama yang diminati oleh para ahli geografi saat ini, seperti populasi, lingkungan, dan pembangunan. Seperti yang bisa ditebak, peta PDB dunia didominasi oleh Amerika Utara dan Eropa, sementara Afrika hampir menghilang. Peta kartogram populasi memberikan keunggulan yang lebih besar kepada India dan Cina, dan membuat Indonesia jauh lebih besar daripada negara tetangga, Australia. Namun, yang lebih mengejutkan adalah peta partisipasi politik, di mana negara-negara berkembang lebih besar - dan Amerika Utara lebih kecil - daripada yang diperkirakan banyak orang.
Sekarang, kita harus mampu melihat dunia dari berbagai perspektif. Perspektif yang satu tidak lebih benar dari perspektif yang lain - hanya berbeda.
Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris![]()
Donald Houston, Professor of Economic Geography, University of Portsmouth
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!