Belajar dari Thailand, Bagaimana Partai Anak Muda Kalahkan Militer dan Konservatif
📅 Jumat, 30 Jun 2023, 13:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Brickinfo Media
M Rizky Ganda Hutama, Universitas Pasundan
Thailand baru saja melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih anggota parlemen (Lower House), atau dalam bahasa Thailand disebut So So, pada 14 Mei 2023.
Pemilu kali ini menandai langkah awal politik baru Thailand, dengan Partai Move Forward (MFP), yang kerap dijuluki partai anak muda, berhasil memperoleh suara terbanyak.
Di tengah dominasi kekuasaan militer dan partai-partai konservatif, MFP yang dipimpin oleh Pita Limjaroenrat, politikus muda usia 42 tahun, ini berhasil mendapatkan 152 dari 500 kursi parlemen yang diperebutkan.
MFP mengungguli partai-partai lama yang mendominasi berbagai hasil survei sebelum Pemilu, termasuk Partai Pheu Thai yang dipimpin oleh Paetongtarn Shinawatra, anak kandung dari konglomerat dan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang memperoleh 141 kursi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Partai Palang Pracharath yang mengusung Prawit Wongsuwan (Wakil Perdana Menteri aktif) memperoleh 41 kursi, sementara Partai United Thai Nation yang dipimpin oleh Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha hanya memperoleh 36 kursi.
Hampir satu dekade Thailand berada di bawah pemerintahan militer. Kehadiran Pita dan MFP menjadi asa baru bagi masyarakat Thailand yang sebelumnya merasa terkungkung akibat pemerintahan yang otokratis (gaya kepemimpinan di mana pemimpin sepenuhnya memegang kendali atas segala pengambilan keputusan) dan terlalu dekat dengan monarki.
Figur muda dan sikap antimiliter: kunci kemenangan Move Forward
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun baru terbentuk secara resmi tahun 2020, MFP sebetulnya bukan partai baru. Sebelumnya partai ini bernama Partai Future Forward, dibentuk pada Maret 2018 dan dipimpin oleh politikus Thanatorn Juangroongruangkit.
Mahkamah Konstitusi Thailand membubarkan MFP pada Februari 2020 karena adanya pendapatan ilegal yang masuk ke partai ini yang bersumber dari peminjaman dana pribadi ketua partai. Setelah dibubarkan, Partai Future Forward bertransformasi menjadi Partai Move Forward alias MFP dengan anggota, program-program dan identitas partai yang sama, bedanya hanya pada sosok pemimpinnya.
Pemilu 2023 menjadi pemilu pertama bagi MFP. Sebagai partai muda, MFP tampak sangat memahami mesin partai harus bekerja lebih keras dari partai-partai lain yang lebih berpengalaman dan menggunakan strategi yang tidak hanya dapat menembus pemilih tapi juga dapat merebut pemilih-pemilih dari partai lain.
Strategi politik yang dilakukan MFP termasuk mengimprovisasi apa yang sudah dilakukan lawan, menunjukkan apa-apa saja yang belum dilakukan oleh lawan, lalu tampil sebagai antitesis atau pembeda dari lawan, serta mendorong terciptanya perubahan-perubahan. Strategi politik semacam ini dipromosikan oleh salah satu pemikir politik Peter Schroder, yang ia sebut sebagai strategi ofensif.
Melalui figur dan program-program yang mereka tawarkan, nyatanya MFP telah berhasil menggebrak pemilu Thailand dengan strategi ofensif itu. Dengan bermodalkan kecakapan berbicara, wajah yang rupawan, pendidikan yang mumpuni dan syarat akan pengalaman politik, Pita Limjaroenrat kemudian dikenal sebagai politikus muda yang progresif dan antitesis dari para politikus senior konservatif yang hanya mementingkan kekuasaan atau status quo mereka.
sisi progresif Pita terlihat dari ide-idenya tentang penghapusan diskriminasi dan dukungan pernikahan bagi kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) di Thailand, mengakhiri wajib militer, pengentasan monopoli bisnis serta merombak sistem pendidikan menjadi lebih relevan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!