Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspadai Gelombang Setinggi 3,5 Meter di Tiga Titik Laut NTT

📅 Kamis, 29 Jun 2023, 17:26 WIB | Oleh:
BMKG: Waspadai Gelombang Setinggi 3,5 Meter di Tiga Titik Laut NTT Doc: ANTARA/Aloysius Lewokeda
Ket. Ilustrasi - Penumpang menyaksikan gelombang laut dari atas kapal yang melintasi wilayah Laut Sawu, NTT.

KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 3,5 meter berpeluang melanda tiga titik di laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama beberapa hari ke depan.

"Potensi gelombang 2,5 - 3,5 meter di tiga wilayah laut di NTT perlu diwaspadai karena berisiko tinggi terutama terhadap pelayaran kapal feri," kata Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Kamis.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan peringatan dini cuaca maritim di wilayah perairan laut NTT yang berlaku selama 30 Juni-2 Juli.

Ketiga titik wilayah laut yang berpeluang dilanda gelombang dengan kategori tinggi antara lain Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, Samudera Hindia selatan Kupang-Rote, perairan selatan Kupang-Rote.

Agung mengimbau operator kapal feri yang memiliki rute perlintasan di wilayah-wilayah laut itu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang dapat mengancam keselamatan pelayaran.

Lebih lanjut, ia menyebutkan selain potensi gelombang tinggi, beberapa wilayah laut lain di NTT berpeluang dilanda gelombang sedang (1,25 - 2,5 meter) selama beberapa hari ke depan yaitu Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, dan perairan utara Kupang-Rote.

Potensi gelombang sedang, kata dia, juga patut diwaspadai karena beresiko tinggi terhadap pelayaran perahu motor nelayan maupun kapal tongkang.

Menyinggung terkait kondisi sinoptik, Agung menjelaskan pada umumnya angin bertiup dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan 1-6 Skala Beaufort.

Ia mengingatkan operator kapal dan nelayan di NTT agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim terbaru yang disampaikan BMKG sebagai referensi untuk menentukan kegiatan pelayaran yang lebih aman.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.