Pemda Merauke Berkolaborasi Dengan Swasta Atasi Stunting

Senin, 26 Jun 2023, 23:32 WIB

JAKARTA- Untuk mewujudkan target Presiden Jokowi menurunkan angka stunting dari 24,4 persen pada 2021 menjadi 14 persen pada 2024, maka dibutuhkan kerja sama lintas stakeholder, baik pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah (Pemda) maupun pemerintah dengan swasta.

Hal itu dilakukan oleh Pemda Merauke bersama PT. BIA salah satu perusahaan perkebunan yang beroperasi di Papua. Keduanya menjalin kemitraan strategis pengembangan masyarakat dan pelestarian alam. Hal itu diketahui dari konsultasi publik yang Hotel Halogen, Merauke, Papua, Senin (26/6).

Ket. Foto: Konsultasi Publik Penanganan Stunting di Merauke — Sumber: Istimewa

Sekda Merauke yang diwakilkan oleh Jeremias Ndiken, menyampaikan masyarakat Malid harus punya anak anak yang cerdas, agar dapat membangun Merauke. Sebab itu, pembagian bagi hasil plasma agar digunakan baik-baik oleh masyarakat, dibagi, disisihkan untuk tabungan. "Itu adalah pesan dari Bapak Sekda untuk masyarakat Malid,"ucapnya melalui keterangannya, Senin (26/6)

Yanto Dawenan selaku General Manager, Perwakilan PT BIA mengatakan pihaknya berkomitmen menjadi perusahaan berkelanjutan, yang membutuhkan dukungan dari para stakeholders agar rencana kegiatan pada 8 kampung terimplementasi dengan baik.

"Sebagai tindak lanjut kemitraan strategis Pemda Merauke dan PT. BIA yang telah dilakukan pada Juni 2022 lalu, kali ini PT.BIA yang diwakili oleh Bapak Resit Sozer sebagai Manager Program menyampaikan perkembangan yang telah dilakukan selama satu tahun antara lain kajian sosial budaya dan ekonomi yang dilakukan bersama dengan Politeknik Yasanto Merauke," katanya.

Kajian baseline itu akan dijadikan tolok ukur/indikator kesuksesan dalam implementasi program.

Implementasi program pengembangan masyarakat dan pelestarian alam akan berfokus di Distrik Muting dan Ulilin pada delapan kampung, yaitu Kampung Selil, Kindiki, Pachas, Muting, Boha, Kolam, Wan dan Selauw. Selain itu Dinas Pendidikan juga memaparkan hasil baseline pendidikan dengan menggunakan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang telah dilakukan pada Mei 2023 lalu, dilanjutkan dengan pemaparan hasil baseline kesehatan yang dilakukan BIA dengan BKKBN.

Kajian dilakukan pada April 2023 oleh Puskesmas Muting dan Klinik PT BIA yang di supervisi oleh Dinas Kesehatan dengan melakukan skrining dan wawancara untuk dapat menentukan sasaran perbaikan gizi / Pemberian Makanan Tambahan.

salah satu program yang mendukung untuk mencegah stunting, sebagai bagian dari isu prioritas nasional yang telah dicanangkan Presiden Jokowi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dengan target penurunan nasional dari kondisi 24,4 persen pada 2021 menjadi 14 persen pada 2024.

Program ini dilakukan dengan cara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Anak dibawah usia lima tahun (Balita). Harapannya, melalui PMT maka keberadaan Ibu dan Anak akan menjadi lebih sejahtera dan terbebas dari stunting. "Program PMT akan diberikan kepada sasaran yang telah diidentifikasi pada delapan kampung, dengan harapan ibu dan anak akan terbebas dari stunting,"ujar Dokter Wawang Tirtana dalam Resit menjelaskan rencana program kesehatan tahun ini.

Selain itu petugas juga akan memberikan sosialisasi mengenai pola hidup bersih dan sehat juga informasi gizi dalam kegiatan pendampingan selama 12 bulan ke depan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.