Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, TNI Gelar Penyuluhan Kesehatan Anak Guna Tekan Stunting di Maluku

📅 Sabtu, 24 Jun 2023, 00:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, TNI Gelar Penyuluhan Kesehatan Anak Guna Tekan Stunting di Maluku Doc: Antara/HO-Pers Pendim
Ket. Penyuluhan kesehatan bagi anak dan balita oleh TNI dan Puskesmas di Pulau Haruku, Maluku.

Ambon - Gerak cepat. Satuan tugas (Satgas) Operasi teritorial (Opster)Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk anak dan balita di Pulau Haruku, Maluku guna menekan angka stunting di daerah itu.

"Pemeriksaan kesehatan ini salah satu upaya Satgas Opster TNI di Haruku untuk membantu pemerintah dalam menekan angka stunting di daerah ini," ujar Dansubsatgas Opster TNI, Letkol Arh Tengku Sony Sonatha dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Jumat.

Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh jajaran petugas kesehatan dari Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Desa Pelauw, Pulau Haruku.

Ia mengatakan, program penanganan stunting merupakan program Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementrian Kesehatan RI untuk di aplikasikan sampai ke tingkat daerah.

"Untuk itu mekanisme teknisnya akan dilanjutkan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Negeri (desa) Pelauw, Pulau Haruku untuk pemberian materi stunting," katanya.

Sementara itu pemateri pada kegiatan tersebut Nurja Tuahena selalu pimpinan Puskesmas Negeri Pelauw, mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat belum memahami istilah yang disebut stunting.

"Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya," kata dia menjelaskan.

Ia melanjutkan, kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

"Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah," tuturnya.

Menurut Nurja, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih, dengan kata lain warga setempat harus mulai membudayakan pola hidup sehat.

Pasalnya seringkali masalah-masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, baik itu masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan, sehingga membutuhkan peran semua sektor dalam tatanan masyarakat.

Untuk itu anak-anak dalam masa pertumbuhan, dianjurkan untuk memperbanyak sumber protein sangat disamping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur, dalam satu porsi makan.

"Setengah piring diisi dengan sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat," paparnya.

Selain itu penting bagi ibu menyusui agar berupaya memberikan air susu ibu (ASI) sampai bayi berumur dua tahun.

"Jangan lupa pantau tumbuh kembangnya dengan membawa buah hati ke posyandu setiap bulan," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.