Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BoJ Fokus Dukung Pemulihan Ekonomi yang Rapuh

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BoJ Fokus Dukung Pemulihan Ekonomi yang Rapuh Doc: PHILIP FONG / AFP
Ket. Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda saat konferensi pers di kantor pusat BoJ di Tokyo Jumat (16/6).

TOKYO - Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), diperkirakan mempertahankan kebijakan moneter ultralonggar pada Jumat (16/6), meskipun inflasi lebih kuat dari perkiraan karena berfokus pada mendukung pemulihan ekonomi yang rapuh di tengah perlambatan tajam dalam pertumbuhan global.

Bank sentral kemungkinan akan mempertahankan janji untuk "dengan sabar" mempertahankan stimulus besar-besaran buat memastikan Jepang secara berkelanjutan mencapai target inflasi 2,0 persen disertai dengan kenaikan upah.

Namun, dengan kenaikan harga yang menunjukkan tanda-tanda perluasan, pasar fokus pada apakah Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, akan memberikan peringatan yang lebih kuat tentang risiko overshoot inflasi pada konferensi pers usai pertemuannya.

Seperti dikutip dari Antara, tinjauan BoJ datang setelah keputusan Federal Reserve pada Rabu (14/6) untuk menghentikan kenaikan suku bunga karena mengamati dengan cermat dampak ekonomi yang tertinggal dari pengetatan moneter di masa lalu.

Pada pertemuan dua hari yang berakhir pada Jumat, BoJ secara luas diperkirakan akan mempertahankan target suku bunga jangka pendek -0,1 persen dan batas 0 persen pada imbal hasil obligasi 10 tahun yang ditetapkan di bawah kebijakan kontrol kurva imbal hasil (YCC).

Peningkatan Konsumsi

Sementara bank sentral mungkin memperingatkan tentang risiko terhadap prospek global, kemungkinan akan tetap berpegang pada pandangannya ekonomi Jepang menuju pemulihan moderat berkat peningkatan konsumsi pascapandemi, sumber mengatakan kepada Reuters.

Inflasi konsumen inti Jepang mencapai 3,4 persen pada April, bertahan di atas target BoJ selama lebih dari setahun, menjaga ekspektasi pasar yang tetap hidup bahwa bank akan menghapus YCC sekitar tahun ini.

Ueda telah berulang kali mengesampingkan kemungkinan penyesuaian YCC jangka pendek, dengan alasan bahwa inflasi yang didorong biaya baru-baru ini akan melambat kembali di bawah target BoJ akhir tahun ini.

Namun, dia juga mengatakan BoJ akan "bertindak cepat" jika proyeksi inflasi terbukti salah, dan menunjukkan tanda-tanda bahwa perilaku penetapan harga perusahaan mulai berubah.

Dengan perusahaan-perusahaan menawarkan kenaikan gaji terbesar dalam tiga dekade, BoJ juga memberikan petunjuk bahwa era stagnasi upah yang berkepanjangan di Jepang mungkin akan berakhir.

Dalam sebuah makalah akademis yang diterbitkan pada Mei, BoJ mengatakan inflasi dan pertumbuhan upah dapat meningkat secara tiba-tiba begitu biaya melebihi ambang batas tertentu - dan begitu upah mulai naik, tren tersebut dapat bertahan.

Namun, banyak pejabat BoJ lebih memilih untuk menunggu saat ini guna meneliti perkembangan ekonomi global dan pendapatan perusahaan, untuk petunjuk apakah upah akan terus meningkat tahun depan.

Perekonomian Jepang membuat pemulihan tertunda dari pandemi dan tumbuh 2,7 persen tahunan pada kuartal pertama, dengan pengeluaran perusahaan dan rumah tangga yang solid memoderasi pukulan dari ekspor yang lemah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.