Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akademisi: Tangkal Hoaks tentang Obat dengan Edukasi di Medsos

📅 Jumat, 09 Jun 2023, 21:51 WIB | Oleh:
Akademisi: Tangkal Hoaks tentang Obat dengan Edukasi di Medsos Doc: ANTARA/HO-Humas Komisi Informasi Pusat
Ket. Akademisi yang juga Pakar Media Universitas Tarumanegara Budi Utami pada forum edukasi keterbukaan informasi publik di kantor Badan Pengawas Obat dan Makana (BPOM), Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2023).

JAKARTA - Akademisi yang juga Pakar Media dari Universitas Tarumanegara Budi Utami menyatakan pelaku usaha maupun pembuat kebijakan bisa menangkal hoaks atau mis-informasi tentang obat lewat edukasi yang benar di media sosial.

"WHO menyebutkanpada masa COVID-19, selain pandemi, hal yang menjadi ancaman lain adalahinfodemicyakni kesalahan informasi yang terus berkembang di masyarakat dan diyakini benar, padahal itu salah. Untuk itu sebagai pembuat kebijakan dan pelaku usaha, kita bisa menangkal informasi salah dengan membuat konten edukasi yang benar di media sosial," kata Budi Utami di Jakarta, Jumat.

Data bahwa Indonesia menempati lima besar negara yang paling banyak menyebarkan informasi yang keliru, kata dia, menyebabkan penting bagi pihak-pihak yang memproduksi obat untuk menggunakan media sosial secara optimal demi menangkal hoaks.

"Banyak juga produk-produk kesehatan yang sebenarnya promosi produk, tetapi untuk meyakinkan masyarakat, dia akan coba menyebut sudah teruji di Amerika misalnya, atau testimoni dari tokoh, padahal kita tidak tahu kebenarannya. Ini perlu diwaspadai," ujarnya.

Hasil studi, lanjutnya, menyebutkan ada 40 persen masyarakat di dunia yang mencari informasi kesehatan di media sosial dan membagikannya pada pengguna lain. Namun, hampir 60 persen responden di media sosial tidak peduli dari mana informasi didapatkan dan siapa penulisnya.

Ia menuturkantantangan yang dihadapi oleh industri obat saat ini mengembalikan kepercayaan publik pasca kasus obat batuk sirup yang menyebabkan gagal ginjal pada anak.

"Tantangan industri obat saat ini adalah mengembalikan kepercayaan publik pasca-kasus gagal ginjal kepada anak, yang kita tahu korbannya sudah mencapai 200 hingga 300 jiwa," ujarnya.

Selain ituia juga resah akan maraknya iklan programatikyakni iklan yang muncul secara tiba-tiba saat mengakses media sosial.

"Pernahnggakmisal kita merasa sakit di bagian perut, lalu kitabrowsing, dua jam berikutnya ada iklan obat sakit perut, itulah iklan programatik. Namun, karena itu sesuai dengan yang kita butuhkan, jadi kita nikmati dan klik, itu yang kita mesti coba bendung, karena misinformasi banyak terjadi lewat situ," katanya.

Untuk mengatasi mis-informasi tersebut, pelaku industri obat bisa menjalankan fungsiclearnessyakni menjelaskan informasi yang benar kepada masyarakat melalui konten media sosial.

"Para pelaku industri obat harus lebih mengoptimalkan fungsi medsos, kalau bisa tidak hanya Instagram, tolong bapak ibu lebih serius lagi memanfaatkannya, jawab pertanyaan masyarakat dengan cepat, buat konten TikTok yang tidak melulu joget, cari sisi yang menyenangkan tetapi informatif juga, supaya terkesan ringan dan mudah dicerna," tuturnya.

Selain itu iamenyampaikan beberapa cara lain yang dapat dilakukan industri obat untuk memberikan informasi yang benar.

Pertama, penyampaian informasi melalui tenaga kesehatan, baik itu dokter atau bidan. Kedua, melalui pihak farmasi atau apoteker, dan ketiga melalui media luar ruang dan informasi melalui pusat layanan kesehatan.

"Atau kalau mau tetap di internet, suka ada kan halaman-halaman lain di bawah artikel yang biasa kita baca, pelaku industri obat bisa beriklan di situ, memberi konten edukasi yang benar, sehingga masyarakat juga akan klik. Sebaiknya memang sebanyak mungkin membuat konten, supaya menangkal informasi yang tidak benar itu melalui medsos dan internet juga," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.