Virus Kuno dari Permafrost yang Mencair Berisiko Bagi Kesehatan
📅 Rabu, 07 Jun 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPernah Menginfeksi Manusia
Jejak virus dan bakteri yang dapat menginfeksi manusia telah ditemukan terawetkan di permafrost. Sampel paru-paru dari tubuh perempuan yang digali pada 1997 dari permafrost di sebuah desa di Semenanjung Seward Alaska mengandung bahan genomik dari strain influenza yang bertanggung jawab atas pandemi yang terjadi pada 1918.
Pada 2012, para ilmuwan mengkonfirmasi sisa-sisa mumi seorang perempuan berusia 300 tahun yang dikubur di Siberia mengandung tanda genetik dari virus yang menyebabkan cacar. Wabah antraks di Siberia yang menyerang puluhan manusia dan lebih dari 2.000 rusa antara Juli dan Agustus pada 2016 juga dikaitkan dengan pencairan lapisan es selama musim panas yang luar biasa. Kondisi ini memungkinkan spora tua Bacillus anthracis yang ada pada bangkai hewan muncul kembali.
Birgitta Evengård, profesor emerita di Departemen Mikrobiologi Klinis Universitas Umea di Swedia, mengatakan, harus ada pengawasan yang lebih baik terhadap risiko yang ditimbulkan oleh patogen potensial dalam pencairan permafrost, tetapi memperingatkan terhadap pendekatan yang mengkhawatirkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Anda harus ingat pertahanan kekebalan kita telah dikembangkan dalam kontak dekat dengan lingkungan mikrobiologis," kata Evengård, yang merupakan bagian dari Pusat Unggulan CLINF Nordic, sebuah kelompok yang menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap prevalensi penyakit menular pada manusia dan hewan di wilayah utara.
"Jika ada virus yang tersembunyi di permafrost yang belum pernah kita kontak selama ribuan tahun, mungkin pertahanan kekebalan kita tidak cukup," kata dia. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!