Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Nuklir Dunia Bantah Turunkan Standar dalam Investigasi Iran

📅 Selasa, 06 Jun 2023, 13:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Nuklir Dunia Bantah Turunkan Standar dalam Investigasi Iran Doc: ANTARA/Reuters
Ket. Seorang petugas kebersihan bekerja sebelum konferensi pers oleh Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dalam pertmuan Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, pada September 2021.

WINA - Ketua lembaga pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pada Senin (5/6) membantah bahwa pihaknya telah melunakkan standar dalam investigasi terhadap aktivitas nuklir Iran.

Bantahan itu disampaikan IAEA setelah Israel menuduh lembaga itu "tunduk kepada tekanan Iran".

Sorotan perselisihan penyelidikan IAEA yang berjalan selama bertahun-tahun itu terletak pada asal mula partikel uranium yang ditemukan di tiga lokasi Iran yang tidak diumumkan, yang tampaknya telah aktif dari sekitar dua dekade lalu.

"Kami tidak pernah, tidak pernah melunakkan standar kami. Kami berpegang teguh dengan standar kami, kami menerapkan standar kami," kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dalam konferensi pers ketika ditanya mengenai kritik yang tidak biasa terhadap lembaganya yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Badan intelijen Amerika Serikat dan IAEA meyakini bahwa Iran pernah memiliki program senjata nuklir yang terkoordinasi, dan telah dihentikan pada 2003.

Meskipun ada partikel uranium yang ditemukan baru-baru ini, IAEA diwajibkan untuk menelusuri asal mula material nuklir yang belum tercatat itu.

Iran menyangkal bahwa pihaknya membuat senjata nuklir.

IAEA telah lama mengecam Iran dalam menghalang-halangi penyelidikan, sehingga mendorong 35 negara yang duduk di Dewan Gubernur IAEA mengesahkan resolusi guna memerintahkan Iran untuk segera mematuhinya.

Dalam sebuah laporan kepada negara-negara anggota pekan lalu, Grossi mengatakan Iran telah memberikan penjelasan mengenai jejak sisa uranium di satu lokasi, yang dikenal sebagai Marivan-keberadaan tambang dan laboratorium yang dahulu dioperasikan oleh negara yang menurut para diplomat adalah Uni Soviet.

Laporan itu menyebutkan bahwa Iran telah menyediakan "penjelasan yang memungkinkan ... Untuk itu, IAEA pada saat ini tidak memiliki pertanyaan tambahan mengenai sisa partikel uranium yang terlacak di 'Marivan' atau di lokasi, dan persoalan ini tidak dianggap belum terselesaikan lagi pada tahap ini."

Netanyahu menyatakan penjelasan Iran adalah "tidak mungkin secara teknis," serta menambahkan bahwa "tunduknya badan itu (IAEA) kepada tekanan Iran menodai rekam jejaknya."

Walau partikel yang ada dapat dijelaskan dengan keberadaan tambang dan laboratorium yang dulu dioperasikan Uni Soviet serta IAEA tidak lagi memiliki pertanyaan tambahan, seorang diplomat senior mengungkapkan bahwa penilaian IAEA tetap sama, yaitu bahwa Iran telah melakukan uji peledakan di sana beberapa dekade lalu yang relevan dengan senjata nuklir.

Grossi mengemukakan Iran masih memperlambat upaya pemasangan kembali peralatan pengawasan yang dicabut atas perintah Teheran setahun yang lalu.

Sejauh ini, hanya sedikit dari peralatan yang direncanakan IAEA untuk ditempatkan kembali di bawah kesepakatan yang diumumkan dalam pernyataan bersama dengan Iran pada Maret, telah terpasang kembali.

"Yang diperlukan saat ini adalah proses yang berkelanjutan dan tanpa hambatan yang mengarah kepada terpenuhinya seluruh komitmen yang tercantum dalam Pernyataan Bersama tanpa adanya penundaan," kata Grossi dalam sebuah pernyataan kepada dewan IAEA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

58 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.