Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hampir Punah, Pecinta Anggrek Bulan Pelaihari Dilarang Berburu ke Hutan

📅 Senin, 05 Jun 2023, 08:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hampir Punah, Pecinta Anggrek Bulan Pelaihari Dilarang Berburu ke Hutan Doc: ANTARA/DISKOMINFO HSS
Ket. Ketua TP PKK Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj Isnaniah Achmad Fikry didampingi Ketua DPD PAI Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj. Arinda Dian Susanti melakukan penanaman anggrek di lingkungan RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan, HSS, Kalsel, Jum'at (2/6/2023).

KANDANGAN - Komunitas pencinta anggrek di Kalimantan Selatan mengharapkan masyarakat pencinta anggrek di daerah setempat dapat menjaga habitat Anggrek Bulan Pelaihari (Phalaenopsis amabilis) di Kabupaten Tanah Laut, karena kini terancam punah.

Ketua II Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan, Marzuki di Banjarmasin, Senin (5/6), meminta agar pecinta anggrek tidak berburu anggrek jenis tersebut ke hutan atau habitat tanaman tersebut karena dapat mempercepat kepunahannya.

"Dahulu anggrek tersebut cukup banyak di kalangan pecinta anggrek kawasan Banjarmasin dan daerah lain termasuk di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut," katanya.

Namun, saat ini anggrek tersebut kian langka, dia memperkirakan jenis anggrek spesies tersebut tidak dapat tumbuh baik jika berada di luar habitat.

"Bagi kita pecinta anggrek sebaiknya tidak berburu ke hutan mencari anggrek tersebut, kecuali yang dipelihara hasil budidaya," katanya lagi.

Karena menurut dia, jika harus mencari ke hutan lalu dipelihara di luar habitat dan mati, maka sama saja bukan pecinta anggrek, tetapi bisa disebut pemusnah anggrek.

Anggrek Bulan lokal dari Pelaihariini diketahui memiliki kelebihan antara lain masa bunga cukup lama antara tiga sampai enam bulan, sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.

Selain itu, Anggrek Bulan Pelaihari memiliki jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai antara 25-50 kuntum, sedangkan anggrek biasa hanya sekitar 10-15 kuntum, dan banyak cabang dalam tangkai sedangkan anggrek lain hanya satu cabang.

Bahkan Anggrek Bulan Pelaihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek memiliki bunga berwarna putih bersih dan bernilai ekonomi yang tinggi.

Di wilayah Pelaihari Kabupaten Tanah Laut terdapat 1.000 jenis anggrek dari 4.000 jenis anggrek Kalimantan. Dari 1.000 anggrek di Kalsel itu tujuh di antaranya anggrek langka yang dilindungi undang-undang, sehingga tak bisa diperjualbelikan.

Ketujuh anggrek yang dilindungi tersebut, yakniParaphalaenopsis laycocki,Paraphalaenopsis labukensis, danParaphalaenopsis serpentilingua, ketiga jenis itu merupakan jenis anggrek tikus yang kini sulit diperoleh.

Selanjutnya,Phalaennopsis giganteaatau Anggrek Bulan Gajah,Coelogyne pandurataatau Anggrek Hitam,Spatthoglottis aureaatau Anggrek Tanah Kuning, danGrammatophylium speciosum.

Sebagai salah satu upaya melestarikan keberadaan Anggrek khas Pegunungan Meratus Kalsel, Rumah Sakit Umum Daerah H Hasan Basry Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama DPC PAI setempat membuat taman konservasi anggrek.

RSUD Kandangan dan DPC PAI HSS menanam 2.000 bibit anggrek yang terdiri 50 jenis untuk melestarikan tanaman hias tersebut di lingkungan rumah sakit milik pemerintah daerah setempat.

Direktur RSUD Hasan Basry Kandangan, Rasyidah menyatakan pihaknya bekerja sama dengan PAI Kabupaten HSS untuk perawatan anggrek dengan cara berkeliling setiap pekan berkeliling.

"Maka jika ada anggrek yang mati, maka akan ditanam kembali sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang dengan baik," ujar Rasyidah.

Sejauh ini, PAI Kalimantan Selatan memiliki delapan DPC dan mempunyai dua taman konservasi anggrek di Batu Benawa Pagat dan RSUD Kandangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.