Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Targetkan Eliminasi Rabies di Indonesia pada 2030

25 Sabtu, 03 Jun 2023, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Targetkan Eliminasi Rabies di Indonesia pada 2030 Kemenkes Targetkan Eliminasi Rabies di Indonesia pada 2030 Doc: ANTARA/ Zubi Mahrofi
Ket. Tangkapan layar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (2/6/2023).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan eliminasi rabies pada manusia akibat gigitan anjing di Indonesia pada 2030 melalui vaksinasi anjing massal secara terus menerus.

"Pada 2030 kita menargetkan harus ada eliminasi rabies pada manusia yang di mediasi oleh anjing di tahun 2030, secara bertahap mengurangi yang akhirnya memberantas rabies pada manusia melalui vaksinasi anjing massal secara terus menerus," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr. Imran Pambudi dalam konferensi pers yang diikuti secara daring, Jumat (3/6).

Ia mengatakan untuk dapat mengeliminasi rabies pada manusia maka intervensi utamanya adalah memberi vaksinasi kepada anjing.

"Kalau pembawa rabies masih berkeliaran dan tidak terlindungi oleh vaksin maka dia masih bisa menularkan," tuturnya.

Ia mengemukakan terdapat dua strategi pengendalian rabies, yakni strategi umum dan teknis. Strategi umum, yakni tata laksana kasus gigitan, memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), memberikan dukungan regulasi, dan keterlibatan masyarakat.

Untuk strategi teknis, yakni vaksinasi pada hewan, surveilans dan analisis epidemiologi, evaluasi diagnostik, respon cepat dan penanganan hewan suspek, pengawasan lalu lintas hewan, dan manajemen populasi anjing.

Ia menjelaskan gejala rabies pada manusia di tahap awalnya adalah demam, badan lemas dan lesu, tidak nafsu makan, insomnia, sakit kepala hebat, sakit tenggorokan, dan sering ditemukan nyeri.

Setelah itu terasa kesemutan atau rasa panas di lokasi gigitan, cemas, dan mulai timbul fobia yaitu hidrofobia, aerofobia, dan fotofobia sebelum meninggal dunia.

Sementara gejala hewan yang terkena rabies, kata dia, dapat dicirikan dengan karakter hewan menjadi ganas dan tidak nurut pada pemiliknya, tidak mampu menelan, lumpuh, mulut terbuka dan air liur keluar secara berlebihan, bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, ekor dilengkungkan ke bawah perut di antara kedua paha, kejang-kejang, dan diikuti oleh kematian.

"Pada rabies asimtomatik hewan tidak memperlihatkan gejala sakit namun tiba-tiba mati," paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.