Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ngeri! 46 Orang Digigit Anjing Rabies di NTT, Satu Meninggal

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 15:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ngeri! 46 Orang Digigit Anjing Rabies di NTT, Satu Meninggal Doc: ANTARA/Balai Karantina Kelas I Kupang
Ket. Seekor anjing terkapar akibat terkena gigitan anjing rabies di kabupaten TTS.

KUPANG - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa korban yang terinfeksi akibat gigitan anjing rabies bertambah dari sebelumnya 20 menjadi 46 orang.

'Saat ini jumlahnya sudah 46 orang dengan rincian satu orang meninggal dunia," kata Bupati TTS Egusem Pieter Tahun dari Kota Soe ibu kota Kabupaten TTS, Rabu (31/5).

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan perkembangan penyebaran virus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang sudah memakan satu orang korban berujung meninggal dunia.

Bupati Egusem menjelaskan, sebanyak 46 orang yang terinfeksi itu berdasarkan observasi tim kesehatan kabupaten setempat yang berlangsung hingga Selasa (30/5) kemarin di TTS.

Para korban, tambah dia, berasal dari sejumlah kecamatan di kabupaten itu seperti Amanatun Selatan, Kecamatan Nunkolo, Kecamatan Kie, kecamatan Kuatnana, Kolbano, serta kecamatan Fautmolo.

Dia mengatakan bahwa saat ini 18 orang yang dirawat sudah mendapatkan vaksin dari kuota 100 vaksin yang dibawa oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

"Dari jumlah tersebut ada juga anak-anak yang terkena terinfeksi virus rabies yang jumlahnya mencapai 11 anak. Mereka dalam pemantauan sebab rawat jalan," tambah dia.

Sementara rentang usia 50 sampai 73 tahun ada sebanyak enam orang. Kini kata dia, pihaknya telah mengisolasi desa tersebut dari masuk dan keluarnya hewan penular rabies (HPR).

Dia juga mengatakan bahwa dirinya sudah menetapkan kejadian rabies sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pihaknya juga sudah melarang warga agar mengikat HPR.

Pemerintah setempat juga tambah dia bekerja sama dengan aparat terkait seperti Polri dan TNI akan mengeliminasi sejumlah hewan penular rabies (HPR) yang berkeliaran di lingkungan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.