Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Emas Naik di Tengah Ketegangan Soal Kesepakatan Utang AS

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 08:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Emas Naik di Tengah Ketegangan Soal Kesepakatan Utang AS Doc: AFP
Ket. Ilustrasi emas murni.

CHICAGO - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (30/5) atau Rabu pagi WIB, memperpanjang keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun di tengah ketegangan baru mengenai apakah kesepakatan plafon utang AS antara Gedung Putih dan Partai Republik akan melewati Kongres.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 14,00 dolar AS atau 0,71 persen menjadi ditutup pada 1.977,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.981,90 dolar AS dan terendah di 1.949,60 dolar AS.

Emas berjangka terdongkrak 60 sen atau 0,03 persen menjadi 1.944,30 dolar AS pada Jumat (26/5), setelah terpuruk 20,90 dolar AS atau 1,06 persen menjadi 1.943,70 dolar AS pada Kamis (25/5), dan tergelincir 9,90 dolar AS atau 0,50 persen menjadi 1.964,60 dolar AS pada Rabu (24/5).

Bursa Comex ditutup pada Senin (29/5) untuk libur Memorial Day.

Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan pada Sabtu (27/5) malam untuk menaikkan batas utang pemerintah federal AS. Perjanjian tersebut sekarang menunggu untuk disahkan oleh Kongres.

"Tidak perlu banyak untuk mengganggu kesepakatan utang ini karena optimisme tetap ada bahwa Kongres tidak akan main-main dengan menempatkan ekonomi pada risiko bencana yang tidak perlu," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Tetapi dia mengakui berita utama media yang mengutip beberapa Republikan di Dewan Perwakilan Rakyat sebagai menentang pemotongan kesepakatan oleh Ketua Kevin McCarthy dengan Presiden Joe Biden, bahkan ketika kepemimpinan partai tersebut tampaknya bertekad untuk mencegah gagal bayar utang AS.

"Kehancuran total dalam kepercayaan yang datang dengan gagal bayar AS akan memicu momen de-risking yang akan menurunkan semuanya termasuk emas," tambah Moya.

Sementara itu, ekspektasi untuk kenaikan suku bunga lainnya oleh Federal Reserve pada Juni telah meningkat setelah rilis data inflasi AS pada Jumat (26/5).

The Conference Board melaporkan Selasa (30/5) bahwa indeks kepercayaan konsumen turun menjadi 102,3 pada Mei dari 103,7 pada April. Ini adalah keempat kalinya dalam lima bulan indeks kepercayaan konsumen AS secara keseluruhan menurun.

Investor sedang menunggu laporan pekerjaan bulanan besar yang akan keluar pada Jumat (2/6).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 12,10 sen atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 23,239 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpangkas 6,20 dolar AS atau 0,60 persen, menjadi menetap pada 1.021,90 dolar AS per ounce.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.