Bartender Kelas Internasional Diharapkan Dorong Daya Saing Minuman Lokal

Senin, 29 Mei 2023, 14:04 WIB

JAKARTA - Pemerintah pusat bersama sektor swasta mendorong agar pasar minuman lokal makin berkembang di RI. Sebab, saat ini sekitar 97 persen pasar minol di Indonesia dikuasai impor, sementara hanya tiga persen yang bersumber dari kearifan lokal atau minuman lokal.

"Bandingkan dengan Filipina yang justru kebalikan dari kita, 97 persen dikuasai minuman lokal yang bersumber dari kearifan lokal, yang impor hanya 3 persen," ucap Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf, Josua Puji Mulia Simanjuntak dalam acara The Bar World of Tomorrow (TBWOT) sebuah program keberlanjutan yang diinisiasi oleh Pernod Ricard Group di Jakarta, Senin (29/5).

Ket. Foto: Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf Josua Puji Mulia Simanjuntak (tengah) berbincang dengan Head of Public Affairs Pernod Ricard Indonesia Parwira Pangaribuan (kiri) dan Trainer TBWOT Sufian Mahmoud, usai membuka acara pelatihan bartender bertajuk "The Bar World of Tomorrow (TBWOT)" yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (29/5). — Sumber: Istimewa.

Padahal, lanjut Josua, jika minuman lokal ini serius didorong untuk memperbesar pasarnya di dalam negeri, maka akan menciptakan efek berganda yang besar pula. Itu mendorong perekonomian para petani yang harus bekerja memanjat pohon untuk menghasilkan nira untuk selanjutnya jadi minuman. Mereka akan terbantukan karena produknya terserap di pasaran.

Apalagi lanjutnya di Indonesia minuman lokalnya bermacam macam, ada sopi dari Nusa Tenggara Timur (NTT, dari Minahasa, Sulawesi Utara ada Cap Tikus, begitu juga dari daerah lainnya. Itu kekhasan masing masing daerah.

Selain membantu petani, efek lainnya juga menciptakan penyerapan tenaga kerja lokal, akan tumbuh UMKM di daerah daerah. "Bandingkan jika hanya mengandalkan minuman impor, pasti uangnya lari ke luar, untuk kitanya ga ada,"tandas Josua.

Adapun acara TBWOT ini merupakan pelatihan bartender agar selanjutnya mereka bisa mendapat sertifikat internasional. Dengan sertifikat bertaraf global itu nanti, para bartender ini bisa ikut membantu meracik dan mempromosikan minuman minuman lokal kita ke pasar nasional ataupun internasional.

Seperti diketahui, perusahaan Wine dan Spirits internasional, Pernod Ricard Indonesia mengawali rangkaian pelatihan keberlanjutan yang telah terakreditasi Continuing Professional Development (CPD) diperuntukan bagi komunitas bartenders di Indonesia.

The Bar World of Tomorrow (TBWOT) adalah salah satu program keberlanjutan yang diinisiasi oleh Pernod Ricard Group di tahun 2020, bekerja sama dengan Sustainable Restaurant Association dan Trash Collective. Fokus utama kegiatan ini adalah untuk menggaungkan budaya keberlanjutan pada komunitas bartender melalui materi-materi yang relevan dan praktikal.

"Program pelatihan ini mengedepankan tentang bagaimana bartender dapat menjadi faktor yang kritikal dalam menciptakan budaya keberlanjutan di dalam industri bar - dimulai dari pengadaan bahan-bahan baku secara bertanggung jawab, meminimalisasi sampah, penyajian minuman beralkohol yang bertanggung jawab, pengelolaan air dan listrik yang efisien, hingga kesejahteraan orang-orang yang berkecimpung di industri hospitality," ucap Managing Director Pernod Ricard Indonesia, Marc Rosales dalam kesempatan sama.

Program Keberlanjutan

Dia menambahkan, sebagai bagian dari Sustainability Roadmap Pernod Ricard Grup, khususnya di bawah pilar Valuing People, pihaknya berambisi mendorong rekan-rekan bartenders agar dapat menjadi champions untuk keberlanjutan di lingkungan bar.

Sejalan dengan tujuan dari Pernod Ricard Grup untuk memberikan pelatihan ini kepada 10.000 bartender hingga 2030, Pernod Ricard Indonesia menggelar program pelatihan TBWOT di bar-bar terkemuka di Indonesia, diawali di Jakarta dan Bali. Pernod Ricard Indonesia menargetkan akan ada 200 bartender yang akan lulus dari program ini pada akhir Juni 2024.

Pernod Ricard adalah perusahaan nomor satu di dunia dalam kategori spirits premium, sekaligus perusahaan wine dan spirits terbesar kedua dengan portfolio spirits yang luas dan lengkap seperti Martell Cognac, Absolut Vodka, Chivas Regal, Ricard pastis, Ballantine's, Royal Salute, The Glenlivet single malt, Jameson Irish whiskey, Havana Club rum, Beefeater gin, Mumm, and Perrier-Jouët champagnes, dan lain-lain.

Di Indonesia, Pernod Ricard Grup memperkuat kegiatan bisnisnya melalui pendirian PT Pernod Ricard Indonesia di tahun 2019, tercatat sebagai perusahaan yang beroperasi sebagai distributor dari Seagram's Vodka dan Imperial Black Whisky yang telah diproduksi di Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.