Pascagempa 6,7 Sulteng Bantuan Dialirkan ke Pengungsi

Rabu, 17 Jun 2026, 12:44 WIB

JAKARTA – Untuk meringankan beban para korban gempa 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng) maka, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan manajemen evakuasi medis kedaruratan di sejumlah rumah sakit berjalan dengan baik, seiring dengan mulai tibanya dukungan logistik awal untuk penanganan pascagempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa langkah evakuasi darurat pasien ke luar gedung, seperti di Rumah Sakit Anutapura Palu dan RSUD Poso, merupakan implementasi standar operasional prosedur (SOP) demi menjamin keselamatan dari dampak guncangan.

Ket. Foto: pengungsi — Sumber: ist

"Evakuasi darurat pasien ke halaman rumah sakit kemarin sempat dilakukan seluruhnya guna memastikan perlindungan terhadap warga yang dirawat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso juga telah mendirikan tenda darurat di area luar fasilitas medis tersebut," kata dia.

Abdul menjelaskan, proses mobilisasi pasien untuk kembali ke ruang perawatan di dalam gedung akan dilakukan secara bertahap seiring dengan peluruhan magnitudo dan frekuensi energi gempa bumi susulan yang kian mengecil.

Sementara itu, untuk mengoptimalkan layanan kemanusiaan di wilayah terdampak paling signifikan, Pemerintah Kabupaten Sigi telah mengaktivasi posko darurat utama serta dua posko lapangan (poslap) yang berlokasi di Kantor Camat Nokilalaki dan Kantor Camat Palolo.

Pembentukan poslap ini bertujuan untuk mempermudah tim reaksi cepat gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri dalam melakukan pembersihan puing-puing bangunan, pendataan dampak, serta pemetaan kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di luar rumah akibat trauma guncangan.

Merespons dinamika tersebut, Abdul mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat BNPB dari Jakarta telah mendarat di Palu pada Rabu pagi ini dan sedang menempuh perjalanan darat menuju Kabupaten Sigi serta Kabupaten Poso dengan membawa bantuan stimulan awal.

Dukungan logistik yang disalurkan mencakup tiga unit tenda pengungsi ukuran besar untuk menunjang operasional rumah sakit dan posko, 50 unit tenda keluarga yang diprioritaskan bagi warga dengan kategori hunian rusak berat, serta ratusan paket kebutuhan pokok.

Selain tenda, otoritas penanggulangan bencana juga mendistribusikan kebutuhan dasar non-permakanan berupa matras, selimut, terpal, serta kasur lipat yang jumlahnya diproyeksikan akan terus bertambah mengikuti perkembangan data riil di lapangan.

Abdul menegaskan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjamin ketersediaan logistik dasar ini secara berkelanjutan, khususnya bagi 30 kepala keluarga di Sigi yang huniannya terdata mengalami kerusakan berat.

  • korban gempa sulteng

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.