Pasien Sakit Lutut Berulang Harus Minum Obat Seumur Hidup? Ini Penjelasannya
Kamis, 25 Mei 2023, 10:10 WIBPakar rehabilitasi medik yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia, Arief Soemarjono mengatakan, penanganan kasus sakit lutut yang tak kunjung sembuh atau berulang tak harus minum obat seumur hidup seperti pasien penyakit metabolik misalnya diabetes.
Arief menambahkan, sakit lutut berhubungan dengan aktivitas atau gerak maka koreksi oleh dokter spesialis rehabilitasi medik yakni pada semua aktivitas pasien yang membebani sendi lututnya. Pengobatan semisal alat bantu jalan juga dapat diberikan supaya kualitas pasien sakit lutut tetap baik.
"Kalau sakit lutut yang tidak sembuh atau berulang, perlu minum obat seumur hidup? Tidak. Biasanya akan kami evaluasi misalnya apakah berat badan tetap gemuk, apakah aktivitasnya masih naik dan turun tangga, jongkok, lari, loncat, apakah latihan yang diberikan dikerjakan," kata Arief, dikutip dari Antara, Kamis (25/5).
Ia pun bercerita seperti yang dilakukan pada salah satu pasien beberapa waktu lalu. Menurutnya, sang pasien mengalami masalah lutut akibat naik dan turun tangga ke lantai enam selama 10 tahun.
"Katanya buat latihan supaya ototnya kuat. 10 tahun lututnya rusak. (Naik dan turun tangga supaya otot kuat) itu salah satu informasi yang salah," ujar Ketua Komite Medis Klinik Flex Free itu.
Kelainan pada muskuloskeletal atau sendi, tulang dan otot berhubungan dengan aktivitas, bukannya makanan seperti pada penyakit lain semisal metabolik. Pengobatan atau penanganan pada kasus pun sebenarnya tak mesti dalam bentuk pemberian obat, melainkan dapat juga melalui ramuan latihan tertentu untuk pasien, pemberian edukasi hingga pemberian alat bantu berjalan.
Selain itu, bisa juga dengan injeksi pelumas sendi dengan bantuan USG Muskuloskeletal, dan terapi regeneratif seperti Prolotherapy, Platelet Rich Plasma (PRP) muskuloskeletal, ataupun secretom.
"Sendi sakit enggak boleh makan sayuran hijau, itu pengertian yang masih banyak di luar sana yang salah. Semua penyakit otot, tulang, sendi sebagian besar tidak ada hubungannya dengan apa yang kita makan, kecuali asam urat," tuturnya.
Lebih lanjut, Arief menyarankan orang-orang memiliki berat badan ideal dan menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah terkena masalah muskuloskeletal khususnya lutut. Sementara, mereka yang memiliki riwayat keluarga pernah mengalami sakit lutut, maka sebaiknya lebih waspada menjaga berat badan dan menghindari olahraga atau aktivitas yang tak terlalu membebani lutut seperti lari dan loncat.
"Skrining, keluarga ada yang sakit lutut enggak, kalau ada hati-hati karena genetik juga berperan, harus hati-hati, berat badan tidak boleh naik, olahraga enggak boleh loncat, lari. Deteksi dini kalau lututnya sakit, bengkak, kemerahan, wah ini bisa terjadi sesuatu, atau kaki bangun tidur kaku kurang dari setengah jam," pungkasnya.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Liga Champions: Kompany Puji Performa “Istimewa” Neuer Usai Bayern Taklukkan Madrid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.