Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendag Diminta Stabilkan Harga Telur

📅 Rabu, 24 Mei 2023, 08:31 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemendag Diminta Stabilkan Harga Telur Doc: istimewa

JAKARTA - DPR RI meminta penjelasan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan pasca melonjaknya harga telur dan daging ayam dalam dua pekan terakhir. Sebab, kenaikan harga tersebut dapat diantisipasi dengan fokus strategi dari hulu hingga ke hilir.

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengungkapkan, berdasarkan data dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, di Jabodetabek harga telur berada di kisaran 31-34 ribu rupiah per kilogram (kg). Di luar Jawa atau wilayah timur, telur mencapai harga 38 ribu rupiah bahkan ada yang lebih dari 40 ribu rupiah per kg.

"Sedangkan untuk harga daging ayam broiler sudah mencapai 40 ribu rupiah di daerah Jabodetabek. Lalu di luar pulau Jawa, harga pasaran tertinggi mencapai 44-48 rupiah rupiah. Terkait hal itu, seharusnya ada antisipasi dari Pemerintah agar harga telur dan daging ayam tidak meroket tinggi," jelas Daniel.

Legislator Dapil Kalimantan Barat I ini memperkirakan ada dua faktor utama penyebab harga telur dan daging ayam naik drastis dalam dua pekan terakhir, yakni faktor produksi dan distribusi.

"Faktor produksi menjadi penyebab kenaikan harga di hulu. Para peternak kerap kesulitan mendapatkan pakan yang layak untuk hewan ternaknya," tandas Daniel.

Menurut Daniel, pemerintah perlu mengembangkan kebijakan antisipasi yang mendukung peternakan ayam dan telur secara berkelanjutan.

"Ini termasuk memberikan insentif dan bantuan kepada peternak dalam hal pengadaan pakan berkualitas, teknologi yang efisien, dan manajemen yang baik. Sehingga inflasi bisa ditekan," jelas Daniel.

Harga pakan ayam yang saat ini berada di kisaran 8.500 rupiah per kg hingga 8.700 rupiah per kg dinilai Daniel juga merupakan cerminan dari harga telur dan daging ayam yang mengalami kenaikan.

Kendala Distribusi

Selain itu, Daniel menyatakan faktor kedua yang membuat harga telur dan daging ayam terus meroket adalah persoalan distribusi. Saat ini, penyebab persoalan di hilir yakni kurangnya perhatian pemerintah daerah yang memiliki kewajiban menanggung biaya transportasi pendistribusian dari peternak ke pasar-pasar.

Selain itu, penyebab kenaikan harga telur dan daging ayam karena banyak pendistribusian dilakukan di luar pasar. Sehingga, ketersediaan di pasar menjadi langka dan harga mengalami kenaikan.

Secara terpisah, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan akan menstabilkan harga telur. Kementerian Perdagangan katanya berencana memberikan subsidi jagung sebesar 1.500 rupiah per kg. Namun rencana tersebut belum diputuskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.