Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diskumindag Sukabumi dorong pelaku IKM tingkatkan kualitas kemasan

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 23:09 WIB | Oleh:
Diskumindag Sukabumi dorong pelaku IKM tingkatkan kualitas kemasan Doc: ANTARA/HO-Humas Disdik Jawa Barat
Ket. Olahan hasil budidaya tanaman Lemon Califormia seperti sari lemon dan hand sanitizer ang dihasilkan oleh siswa SMKN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diminati oleh pelaku UMKM di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Sukabumi, Jabar - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk terus meningkatkan kualitas kemasan produk.

"Kemasan menjadi salah satu yang terpenting untuk menarik minat konsumen agar penasaran dan akhirnya ingin membeli produk yang dipasarkan. Maka dari itu, kami terus mendorong para pelaku IKM untuk selalu berinovasi dan berkreasi," kata Kepala Bidang Perindustrian Diskumindag Kota Sukabumi, Cecep Rapih di Sukabumi pada Selasa.

Menurut Cecep, salah satu upaya yang dilakukan oleh pihaknya dalam meningkatkan kualitas kemasan produk yakni dengan memberikan pelatihan kepada para pelaku IKM asal Kota Sukabumi.

Tujuan dari pelatihan tersebut adalah agar pelaku usaha memiliki kreatifitas dan inovasi dalam membuat kemasan produknya. Harus diakui, mayoritas konsumen sebelum membeli barang yang diinginkan terlebih dahulu melihat kemasannya.

Maka dari itu, kemasan memiliki peranan penting agar setiap produk yang dihasilkan pelaku IKM bisa dengan cepat terserap pasar. Tidak hanya itu, kemasan pun menentukan nilai atau harga dari suatu produk.

"Pelatihan pengemasan yang kami berikan ini tujuannya agar produk IKM Kota Sukabumi memiliki daya saing dan memiliki pasar yang lebih luas. Dengan bentuk kemasan yang menarik maka diyakini produk akan lebih cepat terserap pasar, karena kemasan tidak hanya berfungsi sebagai alat pembungkus saja, tapi juga sebagai penambah daya tarik bagi konsumen," tambahnya.

Cecep mengatakan untuk membantu pelaku IKM kualitas kemasan dan produknya semakin meningkat, pihaknya tidak hanya sebatas memberikan pelatihan, tetapi melakukan pembinaan berkelanjutan serta ikut mempromosikan baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

Di sisi lain, IKM merupakan salah satu penopang perekonomian daerah seperti bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan keberadaannya membantu pemerintah dalam membangkitkan kembali perekonomian daerah pasca-pandemi COVID-19.

Pihaknya pun berharap produk IKM asal Kota Sukabumi tidak hanya memiliki daya saing, tetapi lebih dikenal secara luas dan mudah terserap oleh pasar. Ia pun memastikan produk yang dihasilkan para pelaku usaha kualitasnya tidak kalah bahkan lebih unggul dari produk-produk daerah lain maupun luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.